God Bless You All and Me

11 August 2013

Bupati dan Wabup harus Prioritaskan Bidang Keagamaan

Oleh : Jemmy Gerson Adii, SE

Pembangunan di Kabupaten Deiyai sesuai dengan kaca mata penulis selama 4 tahun terakhir ini, sejak Kabupaten Deiyai dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai tahun 2009 akan Maju, kecuali Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak akan maju. Sementara hingga kini kita di Tanah Papua dan Pegunungan Tengah pada umumnya dan khususnya di Meuwodide menyangkut SDM masih terbatas dan kurang. Sehingga sudah, sedang dan terus menjadi perhatian secara serius oleh pihak Pemerintah. Namun penulis nilai itu hanyalah pelayanan secara jasmaninya. Misalnya, salah satunya seperti anak-anak Papua yang disekolahkan di berbagai bidang Pendidikan dari semua jenjang. Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan SDM di berbagai bidang tertentu di pemerintahan, swasta maupun lain-lainnya. Tetapi, paling tepat sebagai saran dan masukan dari penulis kepada semua Bupati/Wakil Bupati di Papua dan Papua Barat umumnya dan khususnya Bupati-Bupati yang bertugas di Pegunungan Tengah tanah Papua jangan hanya sekedar berfikir saja tetapi paling tidak harus ada realisasinya juga secara rohaninya. “Sebab bicara Keagamaan, berarti bicara Kebenaran dan Kedamaian. Bicara Kebenaran dan Kedamaian, berarti bicara Ajaran Tuhan Jesus. Bicara ajaran Tuhan Jesus, berarti bicara Kerajaan Sorga. Bicara Kerajaan Sorga, berarti bicara hidup yang kekal,”. Kita semua sudah berfikir namun belum melaksanakan secara 100 % khususnya bidang Keagamaan. Alasan yang tepat menurut penulis yakni dengan adanya prioritas bidang keagamaan secara khusus itu tepat dan bisa mengatasi semuanya, terutama mental, keyakinan dan kepercayaan kita kepada Tuhan Jesus Kristus secara 100 %. Kenapa ? Sesuai kenyataan di lapangan, yang menjadi pergumulan kita bersama turun temurun sejak nenek moyang kita hingga generasi kita saat ini yakni masalah “Iri Hati” yang ujung-ujungnya oknum-oknum tertentu yang dipakai “Raja Neraka Lusifer” melakukan pembunuhan dengan cara melancarkan “Kuasa Kegelapan” (Okultisme). Apakah penyakit Iri Hati ini menjadi darah daging secara turun temurun dari nenek moyang hingga generasi kita sekarang ? Apakah persoalan Iri Hati ini merupakan hal yang sama terjadi di seluruh Tanah Papua (Papua dan Papua Barat, red). Kalau memang, benar. Marilah kita sama-sama perangi, karena persoalan ini menjadi ‘Musuh Besar’ kita di Tanah Papua. Di Kabupaten Deiyai ini salah satu contohnya, belum terlambat untuk diatasinya. Mengapa ? Salah satu alasan yang bisa penulis katakan sesuai fakta dilapangan karena umur kabupaten kita ini masih terbilang baru seumur jagung atau lebih kurang 4 tahun usianya kabupaten Deiyai, ketika kala itu dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai 2009 silam. Kabupaten Deiyai sendiri telah di jabat oleh 3 Penjabat Bupati Carateker. Masing-masing diantaranya yakni Bpk. Drs. Blasius Pakage (2009-2011_sebelumnya mantan Kabiro Pembinaan Mental dan Spiritual Setda Provinsi Papua). Bpk. Hengky Kayame, SH,.MH (2011-2012_yang kini menjabat Bupati Definitif Kabupaten Paniai). Dan Bpk. Basilius Badii, BA (2012-2013_menjabat sampai dengan terpilihnya Bupati Definitif). Sementara dari sisi usia masuknya Injil Tuhan di suku Meuwodide hingga 2013 ini telah mencapai lebih kurang 51 tahun. Dalam usia yang terbilang tua ini, namun saja kita suku Mee yang ada di Kabupaten Deiyai masih tidur didalam belenggu Kuasa Kegelapan. Hingga tulisan ini naik cetak masih menjadi pertanyaan besar bagi kita suku MEE di Kabupaten Deiyai dan bahkan semua suku di Tanah Papua, apakah kita harus bertobat ? Ataukah kita tetap terus menerus meninabobokan Kuasa Kegelapan tersebut di dalam diri, rumah, lingkungan dan sesama kita ? Beberapa hal inilah yang menjadi pergumulan kita bersama saat ini setelah tulisan ini naik cetak di “Media Masa”, untuk sama-sama kita perangi dalam kegiatan-kegiatan Keagamaan itu. Pasalnya, selain Bidang Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur, menurut penulis Bidang Keagamaan (Spiritual) di Kabupaten Deiyai juga harus menjadi Prioritas utama bagi Bupati dan Wakil Bupati Definitif terpilih periode 2013-2018 yang akan dilantik, pada tanggal 14 Agustus 2013 oleh Gubernur pertama orang Koteka, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Penulis berharap tidak hanya Bupati/Wakil Bupati saja tapi juga Walikota/Wakil Walikota dan Gubernur/Wakil Gubernur seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual, harus diutamakan. Penulis setuju dan mendukung programnya Bpk. Ayub Kayame (Kabiro Pembinaan Mental dan Spriritual Setda Provinsi Papua) terkait dengan kegiatan pembinaan mental dan spritual yang diberlakukan di Provinsi Papua. Sudah seharusnya juga diberlakukan di seluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Sebab dalam kitab Matius 6:33 secara jelas menyatakan bahwa “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah (Sorga) maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu,”. Dengan demikian, apa yang menjadi “Visi dan Misinya” Bupati dan Wakil Bupati tentunya akan berhasil apabila Pimpinan daerah baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengutamakan Tuhan melalui Bidang Keagamaan. Menurut penulis pembangunan di Kabupaten Deiyai khususnya, Provinsi Papua umumnya, secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur akan terjaga dan maju disertai juga dengan Manusianya akan baik secara Spritual. Sebab pembangunannya sekarang sudah mulai nampak, tetapi manusianya belum baik. Dalam arti masih saja terlihat Iri Hati antar sesama, fam, marga, suku, agama dengan lainnya. Sementara rutinitas ibadah dijalankan oleh kita, tetapi itu hanya sebatas dijadikan sebagai ibadah serimonial saja. (Paling tidak dan diharuskan, semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat berlakukan dan prioritaskan serta tingkatkan bidang Keagamaan supaya pembangunan dan SDM-nya di segala sektor maju setara secara pesat) Di Kabupaten Deiyai sampai saat ini, sesuai kaca mata penulis, sebagian manusianya masih hidup di bawah garis Kuasa Okultisme. Maka itu dengan diprioritaskannya bidang Keagamaan, tentunya akan ada Tim yang mengkoordinir kegiatan-kegiatan rohani atau biasanya disebut “Tim Rohaniawan” oleh Hamba-hamba Tuhan (Pendeta, Gembala, Pendoa, Penginjil, Frater, Pater, Uskup dll) mewakili berbagai denominasi gereja-gereja yang ada di Kabupaten Deiyai, juga setiap SKPD di Pemerintahaan Kabupaten Deiyai paling tidak adanya keterlibatan staf PNS maupun non PNS yang jiwanya melayani akan juga bergabung dalam Tim Rohaniawan tersebut. Dengan begitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Seminar-seminar Okultisme, Doa Semalaman, Doa Puasa, Menara Doa dan Sosialisasi-sosialisasi Okultisme serta Ibadah-ibadah di lingkungan pemerintahan Kabupaten Deiyai dapat dilaksanakan. Dengan begitu manusia di Kabupaten Deiyai akan maju dalam bidang spiritual, sehingga pembangunan di Kabupaten Deiyai secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur secara fisik dan non fisik dapat terlaksana, terjaga dan bahkan termaju dari daerah-daerah lainnya atau bahkan dari segi Spiritual Kabupaten Deiyai khususnya dan Provinsi Papua dan Papua Barat umumnya akan menjadi contoh dan teladan bagi Dunia. Dengan demikian rasa saling Iri Hati dan saling melancarkan kuasa gelap, paling tidak secara bertahap akan teratasi. “Karena Bagi Tuhan Jesus tidak ada yang mustahil”. Dasar Inspirasi Rohani Dalam perjanjian baru pada kitab Matius 3:2, menjelaskan atau mengingatkan kepada kita bahwa; “Bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat,”. Kutipan ayat tersebut merupakan salah satu nasehat dan peringatan penting kepada kita manusia. Ayat ini menjadi satu penekanan penting dalam tulisan ini. Karena tulisan ini ditulis berdasarkan ayat tersebut, dan sudah saatnya untuk kita sebagai anak-anak Tuhan harus bersaksi kepada sesama kita. Kali ini kesaksian yang penulis bagikan yakni berupa tertulis. Kita perlu menyadari bahwa tanda-tanda yang sudah, sedang dan akan terus terjadi ditengah-tengah kehidupan kita manusia, itu menjadi kesempatan bagi kita manusia untuk Bertobat, Percaya dan terima Tuhan Jesus dalam pribadi kita masing-masing. Tanda-tanda akhir zaman menurut inspirasi penulis diantaranya seperti Gempa Bumi, Tsunami, Kecelakaan Pesawat, Kapal Laut, Mobil dan masih banyak lagi tanda-tanda yang lainnya. Yang tentunya melalui tanda-tanda tersebut merupakan kesempatan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kita manusia untuk harus bertobat. Karena kesempatan yang datang kepada kita manusia cuma tiga kali saja. Seperti tulisan awal bahwa kita dituntut untuk harus bertobat. Bertobat berarti kita meninggalkan perbuatan lama kita, misalnya Kita sering melakukan kejahatan seperti perbuatan Iri Hati, Sombong, Angkuh, Benci, Marah dan bahkan melakukan kejahatan lainnya yang ujung-ujungnya melancarkan Kuasa Kegelapan yang bukan kehendak Tuhan, seperti sebagaimana terdapat di dalam kitab perjanjian baru, Yakobus 3:6 menyebutkan bahwa “Sebab dimana ada Iri Hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat,”. Dasar UU Otsus Melalui Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus-red) No. 21 tahun 2001 tentang pemberlakukan Otsus di Tanah Papua ini. Dengan hadirnya UU Otsus tersebut, keinginan rakyat Papua untuk menjadi tuan diatas tanahnya sendiri naik kepermukaan, namun faktor Irihati yang membatasinya. Pasalnya, sesuai berbagai bidang kerja, terutama di dunia kerja baik swasta maupun negeri. Mau tidak mau, suka atau tidak suka harus pihak yang berkompoten yakni Pemerintah maupun Perusahaan wajib berdayakan masyarakat local atau masyarakat asli daerah setempat. Dengan demikian, apakah ketika permintaan itu secara perlahan-lahan mulai terkabul, pantaskah kita sesama rakyat Papua harus saling caci maki, saling iri hati, saling tidak baku senang, saling beradu argument, saling siku menyiku, saling jual menjual, saling bermusuhan, saling ejek mengejek dan masih banyak lagi kata-kata keren negative lainnya ? (Ini pertanyaan untuk kita semua, dan jawabannya ada pada kita orang Papua sendiri) Penulis adalah salah satu korban dari sekian banyak masyarakat Papua, sehingga dapat dutuangkan dalam pengalaman penulis. Dimana, ketika kita hendak menjadi tuan diatas tanah kita sendiri. Apakah tidak pantaskah kita bekerja sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) di kantor apa saja? atau menjadi Operator Komputer? atau menjabat jabatan apa saja di instansi manapun ? ataukah kita harus tetap terus menonton orang lain yang merebut pekerjaan kita ini, sementara UU Otsus menjamin kita sebagai putra daerah harus menjadi tuan diatas tanah kita sendiri? (Ini menjadi pertanyaan terberat kita semua sebagai orang Papua, berdasarkan fakta dan realita yang terjadi selama ini). Sudah sepantasnyakah kita harus tinggal diam dan membisu di negeri kita sendiri, ataukah kita terus menerus meniti karir, walaupun banyak intimidasi, teror, bahasa yang tidak-tidak dan lain sebagainya datang dalam kehidupan kita. Semua itu bisa terjadi karena penyebabnya adalah kita sendiri orang Papua saling baku “Iri Hati” antara satu dengan lainnya, saling baku jual dan lain sebagainya (Faktor Irihati menjadi kebiasaan hari-hari kita seluruhnya di Tanah Papua, dan bahkan semua umat manusia di muka bumi ini. Lantaran ketidaksenangan orang lain hidupnya baik, pekerjaannya baik, atau ekonominya baik dan lain-lain-red). Sebenarnya, sudah sangat jelas sekali kita dengan sendirinya bekerja untuk saling mendukung, saling kerjasama, saling bahu membahu atau bahkan saling memberikan argument yang positif thingking, bukan sebaliknya yang negative thingking. Penulis salah satu Korban Okultisme di Kabupaten Deiyai (2009-2013) Penulis adalah salah satu dari sekian banyak korban yang di serang Lusifer selama ini melalui Kuasa Kegelapan oleh oknum-oknum tertentu yang diperalat oleh Lusifer di Kabupaten Deiyai. Khusus untuk penulis sendiri, serangan kuasa kegelapan mulai dilancarkan Lusifer kepada penulis sejak tahun 2009 hingga 2013 ini. Sekilas kesaksian penulis, yang akan penulis jelaskan sejak penulis mulai bertugas di Kabupaten Deiyai pada tahun 2009 hingga 2013 ini. Penulis adalah salah satu Putra Daerah Deiyai asal Bomou dan Puteyato Distrik Tigi dan Tigi Timur yang juga salah satu PNS pengangkatan pertama Formasi 2009 di Kabupaten Deiyai. Sambil menunggu SK PNS, penulis kala itu mendapat kesempatan untuk menjadi tenaga bantu di salah satu Instansi Pemerintahaan di Kabupaten Deiyai sebagai Operator. Bekerja sebagai Operator sangatlah tidak muda, seperti membalik telapak tangan ibu. Namun dalam penulis meniti karier di bidang Operator di Instansi teknis tersebut ternyata masih saja ada yang tidak senang. Sehingga mereka (oknum-oknum tertentu yang dipakai RAJA SETAN yakni LUSIFER) melancarkan Kuasa Kegelapan kepada penulis. Salah satu fakta dan realita yang terjadi dalam kehidupan penulis, dimana pada tahun 2010 dan 2011, penulis diserang kuasa gelap oleh Oknum-Oknum PNS tertentu di Deiyai berupa “Kuasa Gelap Roh Tali Hitam dan Roh Babi” mengikat kepala penulis hingga rasa-rasanya penulis hampir menuju pada kematian. Pasalnya, penulis mau beraktifitas seperti membuka laptop untuk kerja tidak bisa, menonton pun tidak bisa, kena AC atau kipas angin pun tidak bisa, rasa-rasanya semua isi otak kecil maupun otak besar yang ada di dalam kepala penulis hampir mau keluar semuanya. Puji Tuhan, karena Berkat Kuasa Tuhan Jesus juga Mujizat-Nya, penyakit kepala penulis dipulihkan, disembuhkan dan bahkan Nyawa penulis di selamatkan. Hal itu ketika penulis masih bekerja sebagai tenaga bantu di salah satu instansi di Kabupaten Deiyai. Penulis sangat bangga dan senang, karena kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat bahkan Mujizat Tuhan Jesus itu nyata. Dalam Kitab Matius 6:33, Filipi 4:6, dan Roma 8:31b menguatkan penulis sehingga dengan Hikmat dan Iman yang kokoh menjadi dasar bagi penulis dalam mempertahankan Tuhan Jesus dan Tuhan Jesus-lah yang menjadi Juru Kunci Keselamatan bagi penulis. Dan yang penulis harus lakukan adalah berusaha untuk mengampuni kepada orang yang melancarkan kuasa gelap kepada penulis bahkan yang tidak senang dengan penulis (dan bahkan saya berharap mereka pun harus berlutut di bawah kaki Tuhan Jesus alias Bertobat). Selain itu juga, bersaksi kepada sesama menjadi aktivitas sehari-hari penulis dimanapun penulis berada. Hentah itu di Rumah, Kantor, Pasar, Gereja atau dimanapun dan kemanapun penulis pergi tak luput dari kesaksian atas kedasyatannya Tuhan Jesus bagi penulis pada khususnya dan kita semua pada umumnya. Selain itu, sejak tahun 2012 bulan Oktober hingga bulan April 2013 atau sejak tulisan ini ditulis kuasa kegelapan terus menyerang penulis, dimana “Roh Binatang serangga berkepala tajam, Roh Babi, Roh Kepala Babi, Roh Ayam, Roh Orang Mati dan bahkan Roh-Roh Iri Hati yang kesemuanya itu bersumber dari satu kekuatan Setan yakni LUSIFER” mengintimidasi mata Kanan dan kepala penulis, sehingga mata kanan penulis terkena serangan “mata merah dan gejala Katarak” lebih kurang 6 bulan sejak penulis kena disantet oleh Roh-Roh setan tersebut pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013, dan pada bulan April 2013 atau disaat Tuhan Jesus bangkit dan kemenangan kita semua orang percaya (ketika perayaan Paskah-red). Kuasa Tuhan Jesus mengangkat semua roh-roh itu dari mata kanan penulis. (Tepatnya tanggal 15 April 2013, Mujizat Tuhan Jesus terjadi. Penulis disembuhkan oleh Tuhan Jesus Kristus. Keesokan harinya tanggal 16 April 2013 penulis dapat bisa melihat dan tanpa bantuan kaca mata lagi, dan penulis melakukan aktivitas pertama saat itu yakni mengikuti acara pengucapan syukur pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai yang dilakukan di Kampung Harapan Jayapura). Juga, penulis jatuh dengan mobil tepatnya 07 Februari 2013 sekitar jam 09.00 waktu Paniai, di Pugo Tiga, penulis dan beberapa penumpang lain selamat dalam kecelakaan maut itu. Sehingga penulis menyadari bahwa Mujizat Tuhan Jesus itu nyata, Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat, dan ini semua berkat Kasih, Karunia dan Anugerah dari Tuhan Jesus yang harus penulis bagikan melalui kesaksian ini kepada semua umat. Baik dengan melihat kondisi tanah Papua kita ini, mendengar setiap kesaksian dari semua anak-anak Tuhan termasuk penulis salah satunya dan membaca kesaksian penulis ini menjadi berkat bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan diakhir zaman ini. Menurut penulis, bidang Keagamaan ini 100 % harga mati dan harus menjadi prioritas semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Ketika penulis sembuh dan di pulihkan oleh Tuhan Jesus barulah timbul ide dalam pikiran penulis guna memberikan kesaksian kepada sesama manusia lainnya yang ada di Kabupaten Deiyai khususnya dan Tanah Papua umumnya, baik secara lisan maupun tertulis. Kesaksian secara tertulis yang telah dibaca oleh pembaca diatas ini penulis tulis tepatnya di tanggal 26 April 2013 pagi yang berawal dimulai dari Nabire dan berlanjut sampai selesai di Kabupaten Deiyai dan di muat ke media cetak atau media massa di saat-saat dekatnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai, yang rencananya akan di lantik di Jayapura, Provinsi Papua, tanggal 14 Agustus 2013 mendatang. Melalui tulisan ini, cukuplah hanya sebatas penulis yang menjadi korban beruntung. Dalam arti, bahwa walaupun penulis di serang berbagai macam Kuasa Kegelapan dan bahkan kecelakaan kendaraan oleh si Raja Neraka-Lusifer, tetapi Allah di pihak penulis dan bahkan tubuh dan terutama nyawa penulis dipertahankan dan diberikan kesempatan untuk tetap hidup oleh Tuhan Jesus. Sesuai dengan kitab Mazmur 138:7, yang berbunyi demikian, “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku. Terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” Dan juga kitab Roma 8:31b bahwa, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Kesimpulannya : “Faktor Penghambat Pembangunan dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Deiyai dan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah, sedang dan terus terjadi yang perlu kita atasi saat ini diantaranya seperti, “Iri Hati, cemburu, tidak baku hargai, saling menjatuhkan, saling membunuh dengan kuasa kegelapan (Tuba, Akaga, Meno, Kegoo, Emogou dll), Saling ketergantungan, tidak mau bekerja dan hanya berharap pada orang lain, Kemabukan, Penempatan PNS tidak berdasarkan Pangkat dan Golongan (hal itu terjadi lantaran Tim Sukses atau Utang Politik), Penempatan PNS tidak berdasarkan latar belakang ilmu yang didapat, Perjudian, Toto Gelap (Togel), KKN, Tidak Disiplin, Jarang Berdoa, Jarang Beribadah dan Berpuasa dan beberapa hal-hal negatif lainnya.” Akhir kata, dari hati yang penuh sukacita penulis sampaikan “Shalom” kepada Tuhan Jesus Kristus yang berikan penulis hikmat. Kepada semua Anak-Anak Tuhan, Hamba-Hamba Tuhan, Keluarga-Keluarga Tuhan, Bapak dan Ibu Pendeta, Gembala, Majelis, dan semuanya untuk dukungan dalam pelayanan Doa kepada Penulis dan keluarga. Baik berupa Doa Pribadi, Doa Keluarga, Doa Puasa sehingga kuasanya Lusifer melalui roh-rohnya berhasil dilumpuhkan dan dihancurkan oleh kuasa Tuhan Jesus Kristus. Perjuangan kita sebagai Prajurit-prajurit Kristus tidak hanya berakhir sampai disini, tetapi harus sampai pada kedatangan Tuhan Jesus yang kedua kalinya. Karena selain penulis, yang menjadi korban pembunuhan secara Okultisme oleh oknum-oknum tertentu yang di setir Lusifer, ada begitu banyak. Dan juga oknum-oknum yang memegang kuasa kegelapan pun juga sangat banyak perlu penulis, pembaca dan kita semua yang berkecimpun dalam dunia pelayanan harus selamatkan oknum-oknum tersebut dari si raja setan itu. Karena, kini kita telah berada di penghujung akhir zaman atau tidak lama lagi sang Raja Sorgawi akan datang, sehingga saatnya untuk kita Bersaksi, Melayani dan memerangi kuasa Kegelapan melalui kegiatan Bidang Keagamaan dimana saja kita berada. Melalui tulisan ini, semoga menjadi berkat bagi kita semua di akhir zaman ini. Tuhan Jesus memberkati kita. Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat. Mujizat Tuhan Jesus itu Nyata. Akhirnya penulis dan semua keluarga besar suku Meuwodide menyampaikan selamat dan sukses atas akan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Definitif perdana di Kabupaten Deiyai, Bpk. Dance Takimai dan Bpk. Agusthinus Pigome, masa periode kepemimpinan tahun 2013-2018, oleh Gubernur Provinsi Papua, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Sesuai jadwal yang sudah tersebar ke publik dan bahkan telinga penulis yakni berlangsung di Kantor Sasana Krida Gubernur Provinsi Papua Jayapura pada tanggal 14 Agustus 2013. Tuhan Jesus memberkati kepemimpinan Bapak berdua, dan semua Bupati/Walikota yang sudah terlebih dahulu dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua dan Papua Barat. Shalom semuanya...!!! (Penulis adalah Prajurit Kristus Akhir Zaman ”PKAZ” asal Distrik Tigi & Tigi Timur Kabupaten Deiyai. Juga Staf PNS pada Bappeda Kab. Deiyai dan Tokoh Pemuda peduli Bidang Keagamaan)

seLENgkapnya......

11 October 2012

Kontraktor & Konsultan yang tidak Bertanggung Jawab tidak di Pakai di Deiyai

Deiyai – Kontraktor dan Konsultan Perencanaan serta Pengawasan baik Putra daerah maupun Non Putra Daerah yang tidak kerja baik dan tidak bertanggung jawab, tidak akan dipakai tenaga mereka kedepannya di Kabupaten Deiyai. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada media ini, Jumat (12/10) kemarin. Hal itu dikatakan Kadis, karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, dimana untuk Kontraktor dalam pengerjaannya tidak menyelesaikan pembangunannya sesuai tenggang waktu yang ditentukan dan juga setiap kontraktor yang mendapatkan kegiatannya, jangan melihat dari jauh dekatnya pembangunan itu dilakukan. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Konsultan baik Perencanaan dan Pengawasan. Karena, fokus pemda, Distrik Kapiraya dan Bouwobado juga menjadi prioritas pembangunan. Dalam artian, kata Bapa yang pernah mengabdi di Kabupaten Jayawijaya selama puluhan tahun ini bahwa baik Kon traktor atau Konsultan yang tidak benar-benar mau membangun Kabupaten Deiyai, kedepan tidak akan dipakai. “Kenapa saya katakan demikian, karena memang kita di Deiyai saat ini masih tertinggal jauh dalam artian dari segi pembangunannya dengan Kabupaten-Kabupaten lainnya yang ada di Papua ini yang sudah lebih dulu maju. Atas dasar itu pula, maka kita sebagai putra daerah yang menjabat di daerah (kampung halaman) sendiri sangat membutuhkan siapa saja Kontraktor dan Konsultan yang benar-benar berjiwa membangun untuk Kabupaten Deiyai,”ujarnya tegas. (Adii Jemmy)

seLENgkapnya......

Di Perumahaan Pemda Jayanti Nabire, Sulit Akses Telkomsel

Nabire – Untuk akses Telkomsel di Perumahaan Pemda Jayanti Wadio Nabire mengalami kesulitan, untuk itu diharapkan ada satu tower Telkomsel perlu dibangun di kompleks Perumahaan Pemda Jayanti Wadio. Hal itu ditegaskan Pinsen salah satu PNS yang adalah warga penghuni Perumahaan Pemda Jayanti, Jumat (12/10) kemarin. Menurutnya, kompleks Perumahaan Pemda Jayanti penting dibangun satu buah tower telkomsel, karena posisi dan startegis perumahaan ini tidak jauh dari Kota Nabire. “Kami sangat kesal sekali, kenapa tempat kami ini tidak jauh dari Ibu Kota Nabire, tetapi ketika kami melakukan komunikasi sangat susah sekali dan bahkan tidak ada signal. Walaupun ada, tetapi itupun juga di tempat-tempat tertentu,”ujarnya kesal. Dengan demikian, maka, dirinya mewakili PNS-PNS lainnya yang menghuni di Perumahaan Pemda Jayanti sangat mengharapkan kepada Pemda Nabire agar segera melakukan kerjasama dengan pihak Telkomsel. Pasalnya, supaya bisa dipasangnya satu Tower Telkomsel di kompleks Perumahaan Pemda Jayanti ini. “Paling tidak, kami juga bisa melakukan akses komunikasi melalui handpone dengan baik. Kenapa masyarakat nabire lain yang tinggsal di kota Nabire, Kimi, Makimi atau bahkan SP dan Wanggar bisa akses Handpone melalui jaringan Telkomsel, tetapi kami di kompleks ini (Perumahaan Pemda Jayanti-red) tidak bisa?”tanya Pinsen prihatin. Untuk itu sekali lagi, kata Pinsen dirinya mewakili penguhuni Perumahaan Pemda Jayanti sangat mengharapkan kepada Pemkab Nabire untuk dapat jelih dan segera merealisasikan apa yang menjadi permintaan warga masyarakat khususnya PNS yang tinggal di Perumahaan Pemda Jayanti Wadio ini. “Sebaliknya, sebelum ada realisasi, Tim dari Pemda atau Telkomsel bisa langsung turun lapangan dan memantau di Perumahaan Pemda Jayanti Wadio ini, untuk dapat memastikan kebenarannya, apakah ada jaringan signal Telkomsel atau tidak? (Adii Jemmy)

seLENgkapnya......

16 September 2012

Ketika kita jadi Tuan diatas Tanah kita sendiri. Apa yang harus kita lakukan ?

Oleh : Jemmy G. Adii, SE

Kalimat ini pantas menjadi topik atau judul pembuka dari tulisan saya ini. Kenapa dan bagaimana tulisan ini saya tulis dan apa sebabnya tulisan ini bisa saya sajikan dan naikan ke dunia maya, baik melalui media elektronik dan cetak ? Kenapa dan bagaimana tulisan ini bisa ditulis ? Perlu kita ketahui bersama, bahwa melalui Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus-red) No. 21 tahun 2001 (11 tahun silam-red) tentang pemberlakukan Otsus di Tanah dan Daerah kita Papua ini. Sudah jelang 12 tahun tepatnya, pemberlakukan Otsus di Tanah Papua yang kita cintai ini. Dengan hadirnya UU Otsus tersebut, keinginan rakyat Papua untuk menjadi tuan diatas tanahnya sendiri naik kepermukaan, sesuai berbagai bidang, terutama di dunia kerja swasta maupun negeri. Mau tidak mau, suka atau tidak suka harus pihak yang berkompoten yakni Pemerintah maupun Perusahaan wajib berdayakan masyarakat local atau asli daerah setempat. Dengan demikian, apakah ketika permintaan itu secara perlahan-lahan mulai terkabul, pantaskah kita sesama rakyat Papua harus saling caci maki, saling iri hati, saling tidak baku senang, saling beradu argument, saling siku menyiku, saling jual menjual, saling bermusuhan, saling ejek mengejek dan masih banyak lagi kata-kata kren negative lainnya ? (Ini pertanyaan untuk kita semua, dan jawabannya ada pada kita orang Papua sendiri). Sesuai pengalaman saya, ketika saya hendak menjadi tuan diatas tanah saya sendiri yakni saya bekerja di Kabupaten Deiyai (Kabupaten yang baru dimekarkan 3 tahun lalu dari Kabupaten induk Paniai yang beribu kota di Madi-red). Apakah tidak pantaskah saya harus menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) di kator apa saja? atau menjadi Operator Komputer? atau menjabat jabatan apa saja di instansi manapun ? ataukah saya harus tetap terus menonton orang lain yang merebut pekerjaan saya ini, sementara UU Otsus menuntut kita sebagai putra daerah harus menjadi tuan diatas tanah kita sendiri? (Ini menjadi pertanyaan terberat saya saat ini, berdasarkan fakta dan realita yang terjadi dalam kehidupan saya akhir-akhir ini). Sudah sepantasnyakah saya harus tinggal diam dan membisu di negeri saya sendiri, ataukah saya terus menerus meniti karir saya, walaupun banyak intimidasi, teror, bahasa yang tidak-tidak dan lain sebagainya datang silih berganti dalam kehidupan saya ditengah-tengah kesibukan saya saat menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam perkerjaan saya saat ini di Kabupaten Deiyai. Apa sebabnya ? Tulisan ini ditulis, penyebabnya, karena kita sendiri orang Papua saling baku iri hati antara satu dengan lainnya, saling baku jual dan lain sebagainya (Faktor Irihati menjadi kebiasaan hari-hari kita orang Papua seluruhnya di Tanah Papua dan Papua Barat, lantaran ketidaksenangan orang lain hidupnya baik atau pekerjaannya baik-red). (Sebenarnya, sudah sangat jelas sekali kita dengan sendirinya bekerja untuk saling mendukung, saling kerjasama, saling bahu membahu atau bahkan saling memberikan argument yang positif thingking, bukan sebaliknya yang negative thingking ! Saya secara pribadi, sangat bangga sekali, karena dibalik dari pekerjaan saya, ternyata masih ada orang lain (Masayarakat, Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, Intelektual, dan teman sekerja di Pemerintahaan-red) yang secara terus menerus dari waktu ke waktu selalu menilai, melihat dan menvonis saya sebagai orang yang memang tidak pantas bekerja disuatu pekerjaan tertentu baik itu bekerja sebagai Sekpri, Operator Komputer atau pekerjaan Staf PNS. Pasalnya, yang menurut mereka saya tidak pantas bekerja disitu (Instansi Pemerintah tertentu-red) apalagi membantu orang tua, saudara, teman, kakak, adik, paman, bapade, tete, nene dan siapa saja. Namun, sebaliknya. Saya divonis bekerja untuk “Keluarga”. Padahal, status atau identitas saya sendiri sangat jelas yakni ber-IJAZAH SARJANA, ber-NIP, dan pengalaman (SKILL) saya tidak seberapa, tapi saya mencoba belajar untuk bekerja meniti karir di kampung halaman saya sendiri yakni Kabupaten Deiyai yang saya dicintai ini. Hal-hal semacam inilah yang harus kita sebut bahwa kita bekerja dan menjadi tuan diatas tanah kita sendiri? Ataukah kita harus menyeleweng dari itu ? Karena telah jelas bahwa hal yang namanya ejek mengejek, iri hati dan lain sebagainya tak pantas kita lakukan. Pada hal kita sendiri disebut sebagai Makhluk yang mulia, yang diciptakan oleh Tuhan sesuai dengan gambar dan rupa Allah itu sendiri (kita bisa baca dalam kitab Kejadian di Perjanjian Lama). Bagi saya, tantangan ini adalah mengawali masa kerja saya sebagai PNS angkatan pertama di Kabupaten Deiyai yang adalah kampung halaman saya. Akhir kata kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi…!!! Semoga dengan tulisan saya ini menjadi bahan diskusi bagi kita bersama saat sekarang, esok dan selamanya. (Penulis adalah PNS Putra Daerah Deiyai dari Distrik Tigi Timur yang mengabdi di Pemerintahaan Kabupaten Deiyai)

seLENgkapnya......

24 June 2012

Bantuan Dana di Peruntukan untuk Mahasiswa Study Akhir Asal Kabupaten Deiyai

Bantuan dana pendidikan atau Beasiswa yang tahun 2012 ini ditangani oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda & Olahraga (Dikbudpora) akan diperuntukan untuk mahasiswa/I study akhir asal Kabupaten Deiyai yang kampungnya termasuk dalam 5 Distrik yakni Distrik Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya & Bouwobado. Demikian disampaikan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd, kepada media ini belum ini di waghete. Hal ini ditegaskan Kadin Dikbudpora untuk sebagaimana diketahui oleh semua ketua-ketua Forum Komunikasi Mahasiswa/i asal Kabupaten Deiyai dari semua Kota Study yang ada di Papua, Papua Barat dan Luar Papua se-Indonesia. “Supaya semua ketua-ketua Forum mengetahui bahwa bantuan dana ini hanya diperuntukan untuk mahasiswa study akhir asal kabupaten deiyai. Karena bantuan yang sama juga tentunya ada di kabupaten-kabupaten tetangga seperti, Nabire, Dogiyai, Paniai dan Intan Jaya,”ujarnya. Pasalnya, masing-masing daerah mengatur dan memperuntukan dana bantuan pendidikannya sendiri sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Sama hal pula juga dengan kita di Kabupaten Deiyai, supaya pembagiannya merata, sesuai dengan jenjang studi yang ada disetiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, mulai dari D-II, D-III, S-I, S-II & S-III. Untuk diketahui, mahasiswa/i study akhir yang berhak mendapatkan Dana Bantuan study akhir, yakni D-II semester akhir, D-III semester 5 & 6, S-I semester 6, 7 & 8, S-II semester 3 & 4, S-III semester 3 & 4, selain itu kalau ada sekolah Kedokteran dan Penerbangan juga akan di peruntukan. “Pengumuman Persyaratan, Format Rekap Data Mahasiswa/i Study Akhir dan Bio Data yang sudah di kirimkan oleh dua Operator pendataan kami harap diterima dengan baik oleh setiap ketua-ketua Forum Komunikasi Mahasiswa/i asal kabupaten deiyai yang ada di Papua, Papua Barat dan Luar Papua,”. (jim)

seLENgkapnya......

Gudep Pramuka di Sekolah Perlu di Bentuk oleh Kwarcab & Pihak Sekolah

Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd mengatakan hingga memasuki tahun ketiga setiap sekolah yang ada di Kabupaten Deiyai mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA/SMK belum di bentuk Gugus Depan (Gudep) Pramuka. Hal itu disebabkan karena, hampir selama 3 tahun berturut-turut yakni 2010, 2011 & 2012 ini Dana Pembinaan Pramuka yang ada dalam DPA Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai dipakai untuk kegiatan Raimuna & Jambore keluar daerah. Dikatakannya, sebenarnya dengan dana tersebut, yang istilahnya Dana Pembinaan tersebut mau digunakan atau diperuntukan Dinas untuk membentuk Gudep Pramuka di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Deiyai yang harus dibentuk oleh Kwarcab dan Pihak Sekolah. Namun apa yang di rencanakan dan difikirkan kita, ternyata dana Pembinaan itu dipakai untuk kegiatan Raimuna & Jambore keluar daerah. “Kedepan, kami akan duduk bersama dan melakukan evaluasi dengan beberapa komponen yang berkompoten guna meluruskan apa yang menjadi rencananya kami di dinas, dalam artian lewat evaluasi tersebut akan mencari jalan lain supaya kedepan Gudep Pramuka di setiap sekolah mulai dari SD sampai dengan SMA/SMK harus di bentuk oleh Kwarcab dan Pihak Sekolah, setelah dibentuk harap segera dilaporkan ke Dinas Dikbudpora melalui Bidang Kebudayaan,”tegas Kadin Dikbudpora. (jim)

seLENgkapnya......

13 June 2012

Dinas Dikbudpora Deiyai, Tengah Pendataan Mahasiswa Tugas Akhir

Dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Deiyai yang handal dan berdaya saing pada era modern ini, Pemerintah kabupaten deiyai dalam hal ini di wakili oleh Dinas Pendidikan, kebudayaan, Pemuda dan Olah raga, tenga melakukan pendataan bagi mahasiswa dan mahasiswi deiyai se-indonesia, yang sedang menyelesaikan tugas akhir (TA) baik itu Diploma II, Diploma III, Strata I dan Strata II, guna merealisasikan dana tugas akhir. Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, kebudayaan, Pemuda dan Olah raga Johanis Adii, S.Pd belum lama ini. Saya (kaDin Red) mengintruksikan”lanjutnya” bahwa, panitia yang telah terbentuk tidak di ijinkan berangkat banyak-banyak ke kota studi baik di dalam Papua maupun diluar Papua karena hanya mengamburkan dana tugas akhir. Berdasarkan pengalaman dua tahun silam yang sebagaimana di tangani oleh dinas lain, hanyalah mengambur-hamburkan uang mahasiswa, dengan menghabiskan di Hotel, mobil kaca gelap dan perjalanan pesawat. Oleh karena itu “Kita harus belajar dari pengalaman dong” Ungkap Yohanes Adii, S.Pd Dalam arahannya (11/06) di Aula Dinas Dikbudpora bahwa, sekarang sudah jaman canggih jadi pendataan akan dilakukan melalui Internet dan Handphone. Pasalnya, panitia tinggal mencari tahu siapa Ketua Ikatan Deiyai di setiap kota study, Tegas Kepala Dinas Dikbudpora. “Kita pemerintah juga memberikan bantuan ini guna meringankan beban orang tua dari mahasiswa-mahasiswi tersebut, dengan demikian setelah data terkumpul di perkirakan bulan juli 2012 panitia akan membagikan dana tugas akhir tersebut” Ujarnya “Panitia sudah membentuk dua wilayah kerja, Wilayah 1 Papua dan Papua Barat, dikoordinir oleh Bapak Philipus Mote, S. Sos. dan wilayah II Luar Papua, dikoordinir oleh Bapak Natalis Adii, S. Pd ” Pungkas Adii. (Ones Madai)

seLENgkapnya......

05 June 2012

Dinas Dikbudpora Deiyai Bentuk Panitia Bantuan Akhir Study

Dinas Pendidikan, Kebudayaan. Pemuda dan Olahraga (D-Dikbudpora) Kabupaten Deiyai membentuk Panitia pembayaran akhir study bagi mahasiswa asal Kabupaten Deiyai. Pembayaran tersebut berawal dari pembentukan panitia khusus yang dilakukan pemerintah untuk melangkah menuju kota study guna mendata mahasiswa yang ada di bangku pendidikan. Ketua Panitia Pembagian Akhir Stdudy, Natalis Adii, S.Pd yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Dikbudpora mengatakan, mengingat sejumlah pertimbangan yang mendasar maka pemerintah membentuk panitia untuk mendata mahasiswa yang betul – betul mendapat hak. “Pembayaran yang dilakukan itupun berdasarkan golongan dan tingkat disiplin ilmu para mahasiswa, antara lain bahwa sekolah sosial dan teknik, dan pembayaran ini diperuntukkan bagi para mahasiswa yang berada di akhir study yang betul – betul berada pada semester delapan,” jelasnya. Menyoal tentang besaran dana yang disiapkan, dirinya tidak menyebutkan karena belum tahu berapa dana yang diturunkan. “Kami harap pendataan ini dapat dilakukan dengan data yang akurat, dari para mahasiswa untuk selanjutnya ditindak lanjuti. Selain itu para mahasiswapun dapat memberikan data yang akurat untuk dapat memudahkan Pemerintah dalam realisasi biaya akhirstudy,” kata. (jga)

seLENgkapnya......

Berawal dari kerja sama, Capai Keberhasilan

Pengumuman hasil Ujian Akhir Nasional tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Deiyai mencapai 100%, hasil ini dianggap sangat memuaskan sebab prestasi yang sama ditingkat SLTA juga mendapatkan hal yang sama. Hal itu disampikan Kepala Dinas Dikbudpora melalui Ketua Panitia UN 2012, Natali Adii, S.Pd, yang juga saat ini menjabat sebagai Sekertaris Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai belum lama ini di Deiyai. Dikatakanya, jumlah siswa yang lulus di tingkat SMP di Kabupaten Deiyai mencapai 305 siswa, dari 7 Sekolah, masing–masing SMP Negeri 1 Tigi berjumlah 156 siswa, SMP Negeri 1 Tigi Timur 13 Siswa, SMP Negeri 1 Tigi Barat sebanyak 11 siswa, SMP YPPGI Bomou sebanyak 24 siswa, SMP YPPGI Gakokebo sebanyak 39 siswa, SMP YPPK Waghete sebanyak 31 Siswa, sedangkan SMP Katholik Diyai 31 siswa,”jelasnya. Lebih jauh dirinya menjelaskan hal ini tentu membanggakan bagi Pemerintah dan masyarakat Daerah, karena ditengah maraknya teknologi yang canggih ini, para siswa bisa lulus hingga 100% dan nilainya sangat memuaskan. Ketika melihat bahwa daerah ini baru dimekarkan umurnya 2 tahun belum begitu mengenal kerjakan lembaran kerja komputer (LJK) dengan baik. Tetapi satu kebanggaan bagi daerah dimana kelulusan sangat memuaskan. Oleh karena itu untuk menjemput kelulusan yang seperti sekarang yang diraih ini Ia mengatakan mulai saat ini Kabupaten Deiyai tidak menginginkan sekolah baru, tetapi dirinya bersama Kepala Dinas Dikbudpora akan menata sekolah yang ada terutama sekolah Yayasan YPPGI dan YPPK. “Ketika sekolah banyak-banyak maka mutu yang diharapkan sangat menurun dan ketersediaan fasilitaspun akan setengah-tengah,” jelasnya. Selain itu menurutnya juga akan tertibkan tenaga pengajar dan untuk menuju kepada seorang guru yang profesionalisme maka akan dibekali dengan sejumlah kegiatan yang mempertajam otak para guru. Karena melalui mereka para murid menerima ilmu dan akan memperkaya dengan segala macam pengetahuan. “kepada para warga agar sebidang tanah yang diserahkan kepada Pemerintah melalui sekolah agar betul-betul menyerahkan agar mendesaian pembangunan dari pemerintah melalui dinas yang berangkutan ini dapat terwujud sesuai impian,” ujarnya. Sementara itu, ditempat terpisah, Kadin Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd mengatakan tingkat kelulusan yang dirahi tahun 2012 ini oleh siswa/I dari tingkat SD sampai dengan SMA/SMK adalah merupakan kerja sama dan kerja keras dari semua pihak. Sebaliknya, jika tidak ada kerja sama maka, tentunya tingkat keberhasilannya pun menurun. “Ya karena kerja samanya semua pihak, maka terjadilah keberhasilkan 100 %, jadi keberhasilan siswa menentukan juga buat keberhasilan Deiyai kedepan, walau saat ini sedang dalam tahap persiapan,”tegasnya dengan nada bangga. (jga)

seLENgkapnya......

16 May 2012

Kesaksian Ketika Tuhan Yesus Membawah Roh dari Sdri. Laura Wanma (Lala) Usia 12 Tahun

“Diawali kerinduan yang dalam untuk bertemu TUHAN sejak sekolah di Taman Kanak-kanak hingga usia yang ke 12 Tahun baru TUHAN membawa Rohnya bertemu TUHAN. Apa yang ia lihat dengar dan saksikan itu yang dituliskan, tidak ada di tambah, tidak ada yang dikurangi. “Berdoalah dan minta Pimpinan Roh Kudus sebelum membaca kesaksian ini.” TUHAN MEMBAWA SAYA KE SURGA Tanggal 17 Maret, Jam 07.00 Malam Lawatan TUHAN pada hari pertama pada LALA, dalam penyembahan dan puji-pujian tangan saya terangkat dengan sendirinya, dan saya bicara mama tangan saya tidak bisa turun makin terangkat terus tangannya. Dan saya melihat begitu banyak malaikat ada di dalam kamar tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang di dalam kamar, dalam terang ada suara Tuhan sendiri berbicara pada saya. (Tuhan bilang kepada aku; akan terjadi kematian pada Keluarga terdekat Ku, dan setelah itu Tuhan berbicara padaku: “aku harus pergi dan katakan pada saudara dekat ku , bahwa dia harus berbalik padaKU, karena AKU masih punya KEMURAHAN pada saudara mu, karena kehidupannya sudah jauh dari AKU). (Kakakmu punya masalah dan beban yang berat dalam keluarga.) Tanggal 18 Maret, Jam 07.00 Malam Pada hari ke-2 (Tuhan berbicara padaku,: … aku akan lulus ujian sekolah dengan nilai yang bagus ) Tanggal 20 Maret, Jam 08.30 Malam Sementara saya dengan mama saya kembali dalam penyembahan, tiba-tiba malaikat datang dan membawa roh saya, saya dan malaikat terus terbang ke uncen atas, dan setalah kami sesampai di uncen atas kami berhenti dan berdiri di suatu batu. Dan malaikat menunjukan kepada saya ada beberapa kota yang saya lihat, Nabire, Serui, Biak, Manokwari. Malaikat berbicara kepada saya : Tuhan menyuruh anda bahwa saya harus pergi berpijak di kota-kota tersebut untuk menyampaikan pesan TUHAN, semua harus bertobat karena SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI, TUHAN SUDAH AKAN SEGERA DATANG, dan saya bertanya kepada Malaikat : siapakah Engkau , dan dia menjawab (aku Gabriel) Malaikat TUHAN. Setelah itu Malaikat mengantar roh saya kembali ke dalam tubuh saya. Tanggal 21 Maret, Jam 06.00 Sore. Perjalanan Lala dari Abe menuju Entrop, sesampainya ditanjakan otonom Kotaraja masih didalam taxi angkutan Malaikat datang, menjemput saya, dan kami terbang diatas Kota Jayapura kata malaikat kepada saya : coba engkau lihat kebawah, dan saya pun melihat banyak sekali orang yang berdiri dan orang yang sama mereka memakai baju hitam menutup dari kepala sampai ke kaki. Dan mata mereka berwarna hitam dan ada api di dalam bola mata mereka, saya melihat mereka berada di mana-mana, di rumah sakit, pinggir jalan, tengah jalan, pasar, depan rumah-rumah penduduk, dimana saja mereka ada. Di tangan mereka memegang garpu yang besar, saya bertanya kepada malaikat, siapakah mereka,,? “dan malaikat menjawab mereka adalah malaikat maut”, sementara kami masih berada diatas Entrop, saya melihat ada sekolompok anak muda yang sementara miras di pinggir jalan, seya pun sedih skali karena maut ada berdiri disekelilingi mereka. Sesudah itu Malaikat berkata kepada saya, “ Lala, kalau ada sesuatu yang akan terjadi dengan dirimu dan kamu merasa kurang nyaman, sebut 2 (dua) nama yaitu : Darah Yesus dan Dalam Nama Yesus karena nama ini Penuh Kuasa. Malaikat membawa saya kami terus terbang melewati awan. Saya melihat bumi yang begitu kecil di bawah. Kami pun terbang terus dan melewati terowongan yang sempit dan gelap, saya sangat takut dan Malaikat memeluk saya, saya melihat ada cahaya yang terang dan itulah Surga, saya dan Malaikat sampai di pintu gerbang itu, ada 2 (dua) Malaikat yang berjaga didepan pintu gerbang itu, saya melihat pintu gerbang itu di hiasi dengan mutiara dan kristal, pintu gerbang itu terbuka sendiri, dan setelah itu kami berdua berjalan dalam taman. Ada suatu pintu yang terbuka dan saya melihat kedalamnya meja panjang yang sudah tersusun dengan rapi dan itu seperti akan mengadakan pesta perjamuan kudus dan di situ juga ada setiap Malaikat yang berdiri di belakang kursi-kursi, dan di tangan mereka memegang sangkala atau trompet, dan itu pun juga akan siap ditiup, setelah dari situ saya terus berjalan lagi di dalam Surga, saya melihat dalam taman ada banyak sekali berbagai macam pohon-pohon dan berbagai macam buah, saya melihat ada bunga-bunga yang sangat indah, Malaikat Gabriel datang kepada saya, dan Ia katakan kepada saya “waktu mu sudah habis” dan engkau harus kembali, dan saya pun berbicara kepada malaikat ,, ( saya senang disini dan saya tidak mau kembali karna saya merasa di sini sangat damai, dan tiba-tiba ada suara yang keluar dari Tahta Yang Penuh Kemulian / Cahaya itu, dan suara mengatakan kepada saya , (Lala engkau harus pulang) dan Malaikat Gabriel mengantar saya kembali. Saya melihat dari atas taksi berwarna merah yang saya tumpangi sedang berjalan melewati Pemda 1 menuju terminal Entrop. Dan Malaikat mengantar saya masuk kembali ke dalam Tubuh saya dan saya terbangun dan mengatakan “HALLELUYAH”. Semua penumpang kaget dan melihat saya, mereka bertanya “adik, apakah kamu baik-baik saja..?” saya pun terkejut karena saya sedang bersandar di bahu seorang penumpang dan ia sedang mengoles minyak di hidung saya karena ia berpikir kalau saya sedang pingsan. Saya pun menghentikan taksi yang saya tumpangi karena sudah sampai di tempat tujuan. Jam 11 Malam saya sementara tidur Malaikat datang membawa saya, kepada TUHAN kami 2 (dua) masuk dalam pintu gerbang Surga saya melihat ada seseorang yang berdiri dan berjubah putih yang sangat panjang dan Dia membuka tanganNya saya mendekat dan Dia menggendongku , dan saya tahu bahwa itu adalah TUHAN YESUS, kami dua berjalan dalam Surga dan itu pun begitu indah surga itu segala macam bunga-bunga, yang saya belum pernah lihat dibumi, semua itu ada di sana hati saya merasa damai di tempat itu, pohon yang rindang penuh dengan buah-buahan, dan juga ada sungai yang mengalir sangat jernih, TUHAN bilang pada saya Lala ? coba engkau masukan kaki kedalam air itu dan saya pun memasukan kaki ke dalam air tersebut. TUHAN berbicara lagi kepada ak, engkau bisa minum air itu, (dan saya pun minum, saya merasa damai sekali di hati) dan Tuhan bicara lagi kepada saya dan kau bisa masukan kepala mu kedalam air itu, dan engkau bisa bernapas, dan apa yang Tuhan katakan itu semua benar, banyak ikan - ikan yang datang berkumpul di sekelilingi saya, saya tanya Tuhan, ( kalo di dunia itu saya tidak bisa tangkap ikan, ikan itu akan lari, TUHAN bilang sama Lala, ikan disini bisa berbicara pada Lala, dan setelah itu saya dengan TUHAN terus berjalan saya tanya TUHAN, TUHAN bagaimana TUHAN bisa melihat ke dunia dosa yang manusia lakukan, dunia ini terlalu besar bagaimana Tuhan melihat itu, TUHAN bilang ikut aku akan Ku tunjukan kepada engkau, saya dengan TUHAN terus berjalan, dan TUHAN tunjukan kepada saya, ada sebuah meja kaca yang besar dan saya melihat dunia itu terlalu kecil. Saya juga bisa melihat dosa apa saja yang manusia lakukan, saya kaget dan melihat sesuatu yang saya kenal, saya katakan kepada TUHAN. TUHAN ? ( saya bisa lihat ke bawa, saya dengan mama sedang terbaring di tempat tidur. Saya bilang Tuhan, Tuhan ini saya dengan mama yang tidur.) TUHAN jawab YA AKU TAHU, ada seorang Malaikat yang berdiri didalam kamar kamu, saya dengan TUHAN berjalan lagi, saya melihat ada suatu ruangan dan ada dua Malaikat berdiri di atas meja itu ada buku besar, saya bertanya kepada TUHAN, TUHAN ? ini buku apa TUHAN jawab “ ini adalah buku kehidupan”, saya bertanya lagi apakah saya boleh lihat buku ini, TUHAN pun jawab” ya boleh”, dan dua Malaikat siap buka lembaran perlembaran, lembaran pertama saya melihat nama-nama ada satu marga yang saya kenal, saya melihat lagi dan dan Marga, bahwa itu saudara saya dan saya bilang kepada TUHAN, ”TUHAN ini saudara saya” lalu TUHAN jawab,” ya saya kenal Kehidupannya. S’karang dia ada disini dan sementara sedang memuji TUHAN”. Malaikat membuka lembaran yang berikut saya mengenal orang yang sama lagi nama dan marganya saya katakan kepada TUHAN, ‘’ini Om saya’’ TUHAN bilang , “ya dia juga ada disini” saya terus memeluk TUHAN dan menangis, saya dan TUHAN terus berjalan di dalam taman saya melihat ada dua orang yang datang kepada saya, yang satunya laki-laki yang berumur 18 atau 19 tahun dan yang kecil berumur 2 tahun, anak kecil berlari dan memeluk saya tetapi saya merasa dia tembus, karena kami bersama-sama roh, kalau laki-laki yang berumur 18/19 tahun dia mirip skali dengan ibu saya seperti kembar , dan saya tahu ibu saya pernah cerita ada kakak saya yang laki-laki sudah meninggal pada waktu masih bayi, dan saya tahu itu adalah kakak saya, sesudah itu mereka berdua kembali ke dalam ruangan mereka masing-masing. Kemudian saya melihat ada satu bunga yang indah s’kali, saya minta pada TUHAN, “TUHAN apakah saya bisa memetik bunga ini..? saya berikan kepada ibu saya, ibu saya suka skali pada bunga’’ TUHAN katakan ‘’belum saatnya kau mengambil bunga dan buah-buah dari tempat ini’’ dan setelah itu saya dengan TUHAN masih terus berjalan, dan saya melihat ada satu rumah yang pintunya terbuka, saya tanya TUHAN apakah saya boleh masuk kedalam rumah ini, TUHAN bilang “silahkan.” Saya sampai ke depan pintu rumah itu, saya tidak bisa masuk karna lantai rumah terbuat dari emas. Saya bilang kepada TUHAN “wahh TUHAN... lantai ini sangat indah, di dunia emas sangat mahal” ,lalu TUHAN tersenyum dan berkata “ ini rumah mu, ada beberapa rumah yang sama”. Saya bertanya, “ TUHAN, apakah rumah yang disebelah yang boleh masuk ?” lalu Tuhan berkata “rumah-rumah yang pintunya masih tertutup,itu milik orang lain.’’ Lalu Tuhan berkata lagi, “ikutlah Aku’’. TUHAN MEMBAWA SAYA KE NERAKA TUHAN menggendong saya dan kami berdua pun terbang lalu masuk kedalam satu terowongan yang lebar. Saya dan TUHAN masih tetap berjalan dan saya mencium bau yang sangat busuk kemudian Saya merasa panas. Jauh ke depan Saya melihat ada setan yang berkaki tiga dan dia memegang trisula (tongkat garpu) lalu dia melihat Tuhan dan dia pun sujud menyembah. Saya dan TUHAN berjalan terus ke suatu tempat lalu TUHAN mengijinkan saya melihat sumur yang penuh dengan manusia yang sedang disiksa oleh iblis. Iblis menyiksa mereka hingga daging di tubuh mereka terlepas tapi mereka tidak bisa mati. Kami pun berjalan lagi kemudian saya melihat satu meja yang ada buku diatasnya dan ada tertulis Perzinahan. Saya melihat orang di dalam kolam api dalam keadaan telanjang. Mereka melihat TUHAN dan memanggil “ Bapa...Bapa...” tapi TUHAN tidak melihat mereka. Saya masih berjalan dengan TUHAN dan kami melihat ada satu hamba Tuhan.lalu saya bertanya kepada TUHAN, “ TUHAN, kenapa ada hamba Tuhan dalam neraka?” TUHAN bilang “ Aku juga memakai dia, tetapi dia tidak pernah menyampaikan pesan Ku”. Kemudian dia melihat Tuhan dan berteriak “ Bapa....Bapa.... tolong keluarkan saya 1 menit saja dari tempat ini, saya mau bertobat.” Lalu TUHAN berkata kepada Hamba Tuhan itu, “sudah terlambat, sekarang Aku memakai hamba Ku ini” sambil menunjuk ke arah saya. Dan kami pun berjalan lalu saya melihat orang-orang yang disiksa dan TUHAN berkata kepada saya, “inilah orang-orang yang tidak setia dengan Perpuluhan. Dan saya melihat lagi banyak sekali anak-anak muda yang menari diatas paku sesuai dengan irama musik. Kalau irama Rock mereka harus melompat lebih cepat dan tidak boleh berhenti sedetik pun. Jikalau ada yang berhenti, iblis akan datang dan menyiksa mereka. Kemudian saya bertanya kepada TUHAN, “TUHAN, berapa hari yang lalu Malaikat Gabriel selalu datang dan menjemput saya. Kenapa bukan Malaikat Gabriel yang membawa saya ke neraka..? lalu TUHAN menjawab, “Malaikat tidak bisa datang ke tempat ini, karna dia akan jatuh.” Lalu kami kembali lagi ke SURGA dan melewati jalan yang lebar tadi. Sampai di Surga TUHAN berkata kepada saya, ”Lala, apa yang kau lihat tadi,harus kau sampaikan kepada umat Ku. Dan TUHAN menggendong saya dan berkata,”Lala kau harus memngambil bagian didalamKu, kau harus di baptis tanggal 25 Maret . Dan katakan kepada hambaKu Ronald AKU percayakan dia untuk menulis bukumu.” lalu TUHAN menatap Malaikat Gabriel, Malaikat Gabriel pun sujud dibawah kaki TUHAN. Lalu TUHAN berkata kepada Malaikat Gabriel, “ antar anak Ku kembali”. Dan Malaikat Gabriel menggendong saya lalu kami berjalan ke pintu gerbang dan melihat ada satu malaikat yang datang dan berbicara kepada Malaikat Gabriel dengan menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti tetapi Malaikat Gabriel menunjuk kepada saya dan Ia menatap ke Tahta Allah dan begitu juga Michael berbalik ikut melihat ke Tahta Allah dan Tuhan sementara melihat ke arah kami bertiga, Michael pun tunduk dan mempersilahkan kami berdua untuk melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan kembali, Malaikat Gabriel bertanya kepada saya, “bicara apa dengan Bapa..?” lalu saya menjawab, ”banyak hal yang TUHAN sampaikan buat saya’’. Dan saya bertanya kembali kepada Malaikat, “apa tugas mu di surga..?” Malaikat itu menjawab, “saya pengawal TUHAN, apa yang TUHAN perintahkan, saya lakukan semuanya”. Begitu mendekati rumah kami, kami berjalan dan melihat begitu banyaknya maut yang sedang berjaga-jaga di samping kiri-kanan jalan. Setelah tiba di rumah kami, saya melihat satu malaikat maut yang sedang berdiri di pagar depan rumah. Dan di depan pintu rumah kami ada satu Malaikat Tuhan yang sedang berjaga. Malaikat maut itu sangat gelisah sekali karena ia ingin masuk kedalam rumah tetapi tidak bisa karena ada Malaikat Tuhan yang menjaga rumah kami. Setelah itu malaikat maut berjalan ke belakang rumah dan ia mencoba untuk masuk kedalam tetapi tidak bisa juga karena ada 2 Malaikat Tuhan yang berjaga di pintu belakang rumah kami. Tidak puas dengan itu, malaikat maut mencoba masuk yang kedua kalinya tetapi ia terlempar, jatuh dan hilang seperti debu yang di tiup angin. Malaikat Gabriel pun mengantar saya kembali ke kamar tidur dan Roh saya masuk kembali dalam tubuh saya pada pukul 06.00 tepat. Saya pun kembali melakukan aktifitas sehari-hari sebagai anak sekolah. KAMIS, 22 Maret, Pukul 19.00 Pada saat kami beribadah di rumah salah satu anggota jamaat kami, pada saat itu Malaikat Gabriel datang dan menjemput saya dan membawa saya kepada Tuhan. Lalu Tuhan tunjukan kepada saya kota yang saya harus pergi dan menyampaikan pesan kepada jemaat di suatu Gereja Katolik di Wamena. JUMAT, 23 Maret, Pukul 09.00 Malaikat datang menjemput saya dan membawa saya kepada Tuhan. Tuhan sampaikan pesan khusus buat Jemaat BARACHIEL di Kampung Harapan, kataNya “ sampaikan kepada jamaat, tidak boleh terlambat untuk beribadah. Siapa yang selalu datang terlambat dia juga tidak akan ambil bagian dalam Kerajaan Surga. Setiap ibadah berlangsung tidak boleh seorang pun yang berada di luar gereja, pesan juga kepada ibu-ibu dan anaknya yang masih di gendong semua harus duduk di dalam gereja dan mendengar FIRMAN TUHAN. Jangan ada seorang anak yang tinggal di dalam panti maupun pastori, semua harus mengambil bagian didalam gereja walaupun bangku-bangku penuh, duduk dilantai pun tidak jadi masalah. Semua harus menghargai FirmanKu”. Pada siang hari di waktu yang sama selesai doa dan puasa, saya menyampaikan pesan Tuhan kepada guru-guru sekolah minggu. Perjalanan pulang dari gereja ke rumah, dalam taksi Malaikat membawa saya kepada Tuhan dan Tuhan mengatakan kepada saya, “terima kasih Lala, kau telah sampaikan pesanKu kepada guru-guru sekolah minggu” Tuhan berkata lagi kepada saya ‘’ hari minggu kau harus menyampaikan lagi pesanku kepada jemaat. Tetapi jangan hanya jemaat dan keluaurga saja yang kau sampaikan. Sampaikan juga kepada agama yang lain; Buddha, Islam, Hindu dll karena mereka juga mesti selamat. Sampaikan kepada mereka secepatnya karena aku akan membawa engkau keluar,ke kota yang lain.” Pukul 19.00 Malaikat datang membawa saya kepada Tuhan, dan Tuhan berbicara kepada saya, “Lala,cepat...cepat...cepat... berlari dan sampaikan kepada semua umat, waktuKu sudah tidak ada lagi”. Dan Tuhan tunjukan pada saya, waktu /jam surga. Saya melihat jarum jam yang pendek tepat pada 1 angka dan jarum panjang sudah mendekati jarum pendek. Saya tidak bisa melihat angka di jam itu. Tuhan berkata kepada saya, “ Lala cepat berlari dan sampaikan pesanKu kepada umatKu. waktuKu tinggal sedikit’’. Dan Tuhan berkata kepada saya lagi , “Lala, tidak ada satu malaikat pun yang pernah melihat waktu surga. Aku mengijinkan engkau untuk melihat waktu surga supaya engkau menyampaikan apa yang kau lihat kepada umatKu” Pukul 20.30 Malaikat datang menjemput saya dan membawa saya kembali kepada Tuhan dan Tuhan tunjukan kembali waktu/jam surga yang tinggal sedikit tidak lama lagi. Tuhan katakan kepada saya, “sampaikan kepada teman-teman sekolah mu, guru-guru mu, tetangga-tetangga mu dan siapapun yang kau ketemu. Katakan kepada mereka, bertobat dan berbalik kepadaKu.” SABTU 24 Maret, Pukul 13.00 Saya, bersama ibu dan tante. kami berada dikeluarga wilson sentani, tepat pukul 13.00 am, sementara tante saya lagi berdoa untuk keluarga Wilson, dan saya lagi berbaring di kamar , melihat malaikat sudah datang, saya bisa melihat malaikat datang karena roh saya sudah keluar dari tubuh saya dan duduk dia atas tempat tidur. Saya memanggil Malaikat untuk masuk ke kamar tetapi malaikat itu tetap berdiri saja , dan saya memanggil sekali lagi pada malaikat itu. Malaikat tunjuk kepada tante saya yang sementara berdoa, saya memanggil malaikat itu sekali lagi, malaikat itu bilang pada saya “saya tidak bisa berjalan masuk kekamar”, (dia menunjukan jarinya kepada tante saya) “karena hamba ini sedang lagi berbicara dengan Bapak, jadi saya harus menunggu sampai selesainya berdoa atau amin”, trus malaikat masuk kekamar dan membawa saya kepada Tuhan. Setelah sampai di surga Tuhan sampaikan kepada saya, untuk menyempaikan. pada pukul 12.00 pm. saya mulai rasa badan saya berat dan ingin tidur, karena malaikat mau datang jemput saya, tetapi mama terus menyuruh saya siapkan pakain saya untuk besok pagi ibadah. Begitu saya tertidur malaikat datang membawaKu kepada Tuhan. Dan Tuhan mulai berbicara kepada saya. “(Lala) katakan kepada mamamu jangan menahan engkau, kalau badan sudah terasa berat biarkan engkau tidur, karena AKU mau sampaikan sesuatu yang besar”. Teguran kedua buat saya. Tuhan katakan “Lala mengapa engkau lupa apa yang Aku sampaikan kepada mu, harus semua nya kau ingat semua pesanku”, saya katakan kepada Tuhan, “(Tuhan saya minta ampun)”, jawab Tuhan “AKU akan kembalikan semua pada waktu engkau bersaksi. MINGGU, 25 Maret Pagi, Kemurahaan Tuhan, saya bisa berdiri dan bersaksi menyempaikan pesan Tuhan kepda jemaat barachiel. Setelah saya selasai bersaksi, saya mengambil bagian mati dan bangkit bersama YESUS ( Baptisan Air ). Selesai ibadah , kami dipanggil untuk mengikuti rapat majelis, yang dibahas dalam rapat siang itu tentang KKR, saya juga ikut dalam rapat itu, dan saya melihat malaikat itu datang lagi tuk menjemput saya , dan membawaKu kepeda Tuhan, Tuhan katakan kepdaKu “katakan kepada Hamba-hambaku , lakukan saja KKR itu, AKU akan turun campur tangan. Pada pukul 04.00 sore, saya masih ada dirumah pastori, saya dibawa dari malaikat kepada Tuhan. Tuhan tunjukan kepadaKu, sesuatu lubang yang besar dan dalam, gelap sekali. Saya melihat ada banyak orang tertarik kedalam lubang itu, mereka coba untuk menahan, tetapi tidak bisa juga tetap mereka terjatuh dalam lubang itu. SENIN, 26 Maret Jam 02.00 Subuh Malaikat datang dan membawaKu kepada Tuhan , Tuhan katakan “AKU akan memakai engkau sampai AKU datang Kembali, Tugas dan tanggung jawab yang AKU berikan kepada engkau tidak selesai sampai disini AKU akan memakai engkau sampai AKU datang kembali”. Pada pukul 06.00 sore sama seperti biasa malaikat menjemput saya kepada Tuhan, Tuhan tunjukan lagi Lubang yang besar dan gelap. Tuhan bicara kepadaKu, ”Lubang yang kau Lihat ini, orang yang tidak setia kepada AKU , mereka akan masuk kedalam Lubang ini 3 stengah Tahun masa penganiyayaan pada orang yang setia slalu kepada AKU, AKU akan pindahkan mereka ke suatu tempat yang sudah Aku siapkan, jauh dari mata Ular. pada pukul 08.00 malam malaikat menjemput dan membawa saya kepada Tuhan. Tuhan katakan kepada saya, “lala jangan suka melawan MAMAMU, jangan melawan hukumKU yang KE-5. Ketika saya mendengar itu saya pun meresa bersalah dan menangis. Saya juga melihat Tuhan menangis saya pun tunduk dan sedih skali, melihat air mata Tuhan yang terus menetes . Tuhan katakan kepada saya “Lala jangan menangis, AKU mau kau dengar-dengaran pada hukumKU yang ke-5. ( hormati ke-2 orang tua mu, supaya kau panjang umur dan engkau diberkati. Aku mau memakai engkau dengan dahsyat dan heran. Tuhan katakan kepadaKU, hapus semua lagu-lagu dunia semua dalam HandphoneMU. Dan bicara terus kepada saya, kau hrus lebih tenang di sekolahmu, bagaimana aku mau menyampaikan sesuatu yang padaMU. Kalau kau tidak diamkan dirimu. Saya pun jawab “Tuhan saya tidak bisa tenang karna teman slalu datang mengganggu serta mengajak saya untuk bermain, Tuhan bagaimana kalau saya tidak usah sekolah sudah saya di rumah saja. Tidak kau harus tetap sekolah. SELASA, 27 Maret 10.30 siang Sementara saya ada ujian disekolah, (malaikat menjemput saya membawaKU kepada Tuhan. Tuhan bilang kepadaKU “ SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI, cepat Engkau harus sampaikan kepda umat AKU”. Pada pukul 07.00 pm, malam penyembahan seperti biasa malaikat membawaKU kepada Tuhan. Saya melihat Tuhan berdiri didepan pintu gerbang dan menunggu saya, setelah saya sampai, Tuhan bilang ? “(Engkau harus cepat pergi kekota wamena, katakan kepada umat AKU, sampaikan pesan AKU, BERTOBAT WaktuKU sudah habis.harus ke kota wamena. Tuhan katakan dengan mukaNYA yang begitu sedih, Dengan wajah yang tertunduk da menangis, setiap tetesan air mata Tuhan, jatuh dia atas meja kaca yang besar yang biasa Tuhan melihat dari surga setiap perbuatan Manusia, saya Pun bertanya kepada Tuhan ? “ kenapa TUHAN menangis, Tuhan tidak menjawab pertanyaaKU, tetapi Air mata Tuhan terus Terjatuh diatas kaca dan saya lap air mata Tuhan dengan jubah putih yang saya kenakan. Selama saya berada didalam kerajaan surga, aku memakai jubah putih yang belum pernah aku memakai Jubah tersebut. Setelah itu Tuhan berbicara kepada saya dalam keadaan menangis, “Lala katakan cepat kepada anak-anakKU, berbalik cepat kepadaKU waktu sudah Habis”. Tuhan katakan lagi,”AKU mau tak ada sesesorang yang Terhilang, AKU mau mereka semua duduk di pangkuan KU”.

seLENgkapnya......

23 March 2012

Wujudkan Sekolah Gratis, Bukan Pendidikan Gratis

Penggunaan istilah pendidikan gratis tidak tepat digunakan dalam konteks pendidikan yang sebenarnya. Karena pendidikan mengandung makna yang luas dan terjadi di berbagai ruang dan waktu, sehingga tidak mungkin semua pendidikan tersebut tidak membutuhkan biaya, atau digratiskan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, James Modouw, dalam jumpa pers yang digelar saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2012 di Bojongsari, Depok, pada Selasa siang, (28/02).

James mengatakan, filosofi pendidikan terjadi dalam tiga ruang. Pertama adalah pendidikan formal, di mana pendidikan diterima di sekolah. Kedua adalah pendidikan nonformal, melalui lembaga-lembaga pelatihan yang memberikan sertifikasi kepada pesertanya. Ketiga adalah pendidikan informal, di mana yang berperan adalah keluarga, masyarakat, lembaga adat, pemerintahan, dan media. Atas dasar filosofi tersebut lah maka pendidikan gratis bukan kebijakan dan istilah yang tepat untuk digunakan.

"Kalau kita ingin pendidikan gratis, berarti biaya pendidikan informal dalam keluarga, juga harus dibebankan kepada pemerintah," ujar James, mengingat luasnya ruang lingkup pendidikan dan banyaknya pihak yang terlibat dalam pendidikan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh juga pernah mengatakan hal serupa dalam beberapa kesempatan, yaitu bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. "Urusan pendidikan ini sangat banyak. Tidak mungkin semuanya bisa diselesaikan oleh kementerian saja, butuh bantuan pihak lain," ujarnya. Karena itu, tutur James Modouw, istilah yang tepat adalah sekolah gratis, bukan pendidikan gratis.

Untuk mencapai sekolah gratis bagi masyarakat Indonesia, Kemdikbud memberlakukan wajib belajar sembilan tahun, di mana dalam pendidikan dasar (SD dan SMP), peserta didik tidak dibebankan biaya pendidikan. Kemdikbud juga memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang meliputi biaya investasi dan biaya operasional sekolah. Sementara komponen biaya lainnya, yaitu biaya personal, tetap diusahakan sendiri oleh peserta didik atau orang tuanya. "Namun untuk BOS 2012 ini, sudah merambah ke biaya personal sedikit-sedikit," kata Plt. Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Suyanto, saat menambahkan penjelasan James tentang sekolah gratis di kesempatan yang sama.

Biaya personal adalah biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi peserta didik, misalnya pembelian seragam, pembelian alat tulis, atau biaya transportasi sehari-hari. Bagi peserta didik dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi, bisa menggunakan biaya personal dari sebagian dana BOS. Namun jika masih kurang, Kemdikbud juga memiliki program Bantuan untuk Siswa Miskin (BSM) yang bertujuan untuk mengcover biaya personal.

Selain itu, setelah program wajib belajar sembilan tahun dijalankan, pada 2012 ini Kemdikbud memulai rintisan pendidikan menengah universal, di mana biaya investasi dan operasional sekolah dari SD, SMP, hingga SMA/SMK (12 tahun) ditanggung pemerpemerintah. Diharapkan, program-program tersebut bisa mewujudkan sekolah gratis di Indonesia.

seLENgkapnya......

DPU Deiyai Targetkan Jalan Keliling Danau Tigi Selesai Tahun 2012

Dinas Pekerjaan Umum [DPU] Kabupaten Deiyai, menargetkan jalan keliling Danau Tigi akan di selesaikan dalam tahun 2012. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Deiyai, Willem Dogopia, SE., MM, yang baru dilantik pada tanggal 24 Januari 2012, oleh Bupati Deiyai Hengky Kayame, SH., MH di Aula Gereja Katholik Wakeitei II.

“Jalan keliling Danau Tigi kita harus selesaikan dalam tahun ini [2012], dan bila perlu semua pekerjaan kita sudah selesai pada akhir bulan November setiap tahun. Lanjut Dogopia, khusus bagi para pelaksana lapangan [kontraktor] yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai target, kami akan menggantikan dengan perusahan lain yang mampu bekerja ”.

Demikian kata, Kepala DPU saat memberikan arahan dan pembagian tugas kepada Staf Pegawai baru yang ditempatkan di DPU melalui pengangkatan formasi 2009 Kabupaten Deiyai pada hari senin [13/02] di kantor DPU Jl. Raya Enaro-Wakeitei, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.

Untuk mewujudkan cita-cita kepala dinas yang juga sebagai harapan masyarakat disekitar Danau Tigi. Dalam rangkah menjaga kualitas kerja dilapangan, kepala dinas PU mengutus sejumlah pejabat dan staf pegawai di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum [DPU] Kabupaten Deiyai. Untuk melakukan survai dan pengawasan lapangan di wilayah Tigi Barat, Jalan Ayatei-Oneibo dan sejumlah jembatan yang tengah dikerjakan seperti kali Itoka dan Kali Aya.

Kunjungan tersebut langsung dipimpin oleh Sekertaris DPU, Naftali Tobai, S. Ks dan didampingi oleh sejumlah pejabat adan staf seperti Yulius Talibaba, S. Sos [Kasi Perencanaan Teknis], Yohanis Sikteubun [Kasubak Umum], Lukeisius Iyai [Kasi Pengairan], Demianus Auwe, Amd. Tek [Kasi Tata Ruang], Yuvensius Bunai, Amd. Tek [Kasi Tata Kota] Yunus Youw, ST [Staf pada bidang Pertambngan dan Energi] dan Yunus Yeimo, ST [Staf pada Bidang Bina Marga dan Cipta Karya]

Dalam perjalanan kunjungan kerja di lapangan yang difokuskan pada jalan arah Ayatei-Oneibo, saat ini telah sampai di Onago, dan diperkirakan masih kurang sekitar 4 kilo lagi yang belum dikerjakan untuk bertemu dengan jalan yang sedang dikerjakan dari arah Bomou.

Sementara, ruas jalan lain yang akan dikerjakan pada tahun ini di Kabupaten Deiyai dari Yaba ke Kokobaya, saat ini telah sampai di Kali Yawei. Dan untuk jalur menuju Arah Debei, tahun ini juga akan dikerjakan paling sedikit 3 kilo meter. [Yeimo]

seLENgkapnya......

SMK Karel Gobai Enarotali memperoleh akreditasi “C”

Berdasarkan hassil penilaian yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/ Madrasah Provinsi Papua, yang dirilis di website resminya [ttp://www.ban-sm.or.id/provinsi/papua/akreditasi/view/241125], yang ditetapkan pada tanggal 31 Oktober 2011. SMK Karel Gobai-Enarotali memperoleh Akreditasi “C”, dengan nilai Akretadisi 56, 50

Secara rinci semua komponen penilain yang dieroleh SMK Karel Gobai Enarotali, diantaranya adalah Standar Isi 50, 65. Standar Proses 55, 80. Standar Kompetensi Lulusan 52, 10. Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan 58, 00. Standar Sarana dan Prasarana 56, 80. Standar Pengelolaan 57, 20. Standar Pembiyaan 45, 50. Dan Standar Penilaian Pendidikan 70, 40.

Kepala Sekolah SMK Karel Gobai, Yulius Yeimo, S. Pd, menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas penghargaan diberikan kepada sekolah yang dipimpinya, walau hasilnya memperoleh urutan tiga [C].

“Kami bersyukur, walaupun hasil akreditasinya C, karena sekolah kami menjalan proses belajar mengajar dengan apa adanya. Walaupun kami sekolah kejuruan”. Demikian ungkapan kepala SMK Karel Gobai, yang baru menjabat satu tahun.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum, Agustinus Doo, S. Pd, meminta kepada semua pihak yang terlibat di sekolah seperti orangtua, guru dan siswa untuk bekerja sama dalam memajukan mutu pendidikan di sekolah ini. “Hasil ini suatu kebahagiaan bagi kami, sehingga saya minta kita harus kerja sama, baik orangtua, guru dan semua siswa”.
Sekolah yang didirikan oleh Yayasan Pengembangan Sosial “Aweida” Papua [YPPAS-Papua], sejak tahun 2003 ini mengalami pergantian pimpinan sekolah sejak tahun 2010. Sebelumnya, sekolah ini dipimpin oleh Bapak Herman Kayame, S. PAK, dan berdarkan SK Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai, memberikan kepercayaannya kepada Yulis Yeimo, S. Pd.

Ketua Yayasan sekaligus sebagai pendidiri sekolah ini, Bapak Sam Gobai, SE juga menyampaikan hal sedanah, bahwa sekolah ini telah berumur 10 tahun dan hasil ini adalah semua keras semua pihak, baik pendiri, guru, orangtua siswa serta masyarakat disekitarnya. “kita beryukur, karena ini hasil perjuangan kita semua, dan ini hasil yang luar biasa”. Imbuhnya.

Sementara itu, siswa Elihut Yeimo yang juga mantan ketua OSIS, yang kini duduk di kelas dua belas menyampaikan terima kasih atas hasil ini, dan berharap sekolah ini kedepan lebih baik lagi. “Saya mewakili teman-teman siswa rasa senang, sekolah kita bisa dikreditasi dan hasilnya memuaskan, dan saya berharap sekolah ini lima atau sepuluh tahun lebih baik dari sekarang”.

seLENgkapnya......

STIE Karel Gobai Papua Gelar Seminar Proposal

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi [STIE] Karel Gobai Papua, Enarotali, menggelar seminar proposal sebagai salah satu kegiatan akademik yang wajib di ikuti oleh setiap mahasiswa yang berada pada semester akhir dan yang memenuh syarat administrasi dan syarat akademis. Seminar proposal bagi mahasiswa angkatan ke IV ini dilaksanakan di ruang kuliah kampus STIE Karel Gobai Papua, Enarotali. Jalan Dimi-Mana Topiida, Nunudagi Paniai, Papua, pada hari jumat [24/02].

Kegiatan seminar proposal ini, dimulai dari jam 11:00 dan diakhiri pada jam 19:00. Total mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sepuluh mahasiswa yang terdiri dari lima orang mahasiswa dan lima orang mahasiswi. Dari data bagian akademik, jumlah mahasiswa yang seharusnya mengikuti seminar proposal adalah delapan belas mahasiswa yang terdaftar aktif pada semester akhir, tetapi hanya sepuluh mahasiswa yang mengikuti seminar propsal.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Proposal dan Skripsi bagi angkatan ke IV tahun akademik 2011/2012, Agustinus Pigai, S. Sos, mengatakan delapan mahasiswa lainnya yang belum mengikuti kegiatan seminar proposal tersebut belum memberikan informasi kepada panitia. Namun, berharap dapat mengikuti kegiatan seminar proposal pada tahap kedua yang rencannya akan dilaksanakan pada bulan Mei 2012.

“Sebetulnya, delapan belas mahasiswa tetapi, yang ikut hanya sepuluh. Kami sudah memberikan pemberitahuan dan jadwal tahapan proposal dan skripsi. Namun sampai saat ini, belum memberikan informasi kepada kami panitia. Tetapi, sebagai panitia berharap mereka dapat mengikuti seminar proposal pada gelombang kedua nanti”. Ujarnya, seusai kegiatan seminar proposal ini berlangsung.

Lanjut Pigai, saya berharap kepada mahasiswa yang mengiktui seminar proposal ini, dapat melaksanakan petunjuk yang di berikan oleh dosen penguji untuk perbaikan dalam waktu yang ditentukan oleh panitia”. Sementara, itu salah satu peserta yang juga sebagai ketua tingkat Yan Tatogo, berharap agar semua tahapan dan jadwal yang ditetapkan oleh panitia ini dapat berjalan dengan baik. “saya berharap, lebih cepat lebih baik, dan sesuai jadwal yang dibut oleh panitia, karena kami sudah tunda satu tahun”, imbuhnya.

Dalam kegiatan seminar proposal ini dipimpin oleh Yeheskiel Doo, S. Th sebagai moderator. Dan sebagai penguji satu Peli E. K. Yogi, SE, penguji dua Ivo. E. Gobai, SE dan penguji tiga Agustiunus Doo, S. Pd. Dalam arahan dan ujiannya ketiga penguji mempertanyakan sejumlah hal-hal yang harus diikuti dalam tahapan penyusunan proposal ilmiah.

Ketiga, penguji lebih menenkan dan mempertanyakan menganai penentuan variabel tetap, dan bebas, metode yang akan dipakai dalam pemgambilan data dan penentukan populasi dan sampel dalam penelitian akan dilakukan selama dua bulan kedepan untuk menyusun tugas akhir [skripsi].

Sementara itu, seusai pelaksanaan seminar proposal Pembantu Ketua Bidang Akademik Peli E. K. Yogi, SE di ruang kerjanya, mengatakan pelaksanaan seminar proposal adalah salah satu kegiatan akademik yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap mahasiswa. “Kegiatan ini merupakan kegiatan akademik secara rutin dan wajib diikuti oleh setiap mahasiswa di semester akhir”.

Yogi, sebagai pimpinan akademik di STIE Karel Gobai Papua, berharap para mahasiswa yang telah mengikuti maupun belum mengikuti, agar benar-benar mengkaji secara mendalam atas semua masalah penelitian yang diangkat. Karena, melalui penelitian atau kajian itu masalah bisa menjadi kecil atau bahkan malah masalah bisa menjadi lebih besar.

“Sebagai pimpinan lembaga yang membidangi bagian akademik berharap agar para mahasiswa betul-betul dapat mengkaji masalah yang diangkatnya dengan metode yang baik dan benar. Karena dengan penelitian ini masalah bisa menjadi besar atau bisa menjadi kecil. Lanjutnya, kami juga berharap penelitian dan kajian atas masalah-masalah ini jangan hanya untuk sekedar kejar nilai dan titel, tetapi ini harus menjadi sesuatu pekerjaan yang wajib di setiap lingkungan kerja masing-masing”. [Yeimo]

seLENgkapnya......

Guru Sukarela Di Paniai; Mengabdi Tanpa Gaji

Maju mundurnya sebua bangsa ada di tangan maju tidaknya pendidikan kita. Saya menulis artikel ini atas pengalaman pribadi penulis sebagai salah satu “guru sukarela” yang telah mengabdikan diri untuk mengajar dan membagi ilmu serta membagi pengalaman yang pernah diperoleh di tanah Jawa pada beberapa tahun lalu. Judul tulisan ini kelihatannya agak “lucu” namun begitulah kenyataan nasib guru-guru sukarela di Papua, khususnya Kabupaten Paniai. Bila ktia bertanya Siapa guru honor itu?

Bagaimana nasib pribadi dan keluarganya? Apa harapan dan cita-cita serta masa depan sebagai seorang “pahlawan” negara? Jawabannya berpulang pada kita semua yang berkewajiban, teruma Pemerintah Provinsi Papua, Kabupaten dan Pimpinan sekolah yang bersangkutan, untuk mengelola dan melihat persoalan ini.

Setiap pagi penulis melihat, merasakan dan mendengar keluhan teman-teman saya yang senasib dengan saya. Kami telah diberi gelar oleh negara, yaitu “pahlawan tanpa gaji”. Sebuah gelar yang hanya ada di Papua, [Indonesia-red]. Lebih jauh lagi adalah gelar [pahlawan] itu diberikan oleh negara, tapi dilupakan oleh negara itu sendiri. Negara yang di maksud disini adalah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi atau Kabupaten.

Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru, dan Dosen pada pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa “Guru” adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Lalu apa bedahnya dengan “guru sukarela” [guru tidak tetap]. Karena dalam Undang-undang ini belum singgung mengenai “guru sukarela”. Jika demikian apa bedanya guru yang selalu dibayar oleh negara [guru tetap] pada setiap bulannya dengan guru tidak tetap ini?

Kenyataan bahwa Pendidikan Kabuapten Paniai, tenaga pendidiknya 50% guru tidak tetap [guru honor]. Sementara dalam Undang-undang yang telah diatur oleh negara Indonesia belum [tidak] disinggung mengenai guru tidak tetap. Yang menjadi pertanyaan bagi penulis adalah mengapa guru tidak tetap [pahlawan tanpa gaji] lebih disiplin dan rajin menjalankan kewajiban yang telah diatur dalam UU No 14 Tahun 2005, pasal 14 tentang hak dan kewajiban guru. Sementara, guru yang dibayar oleh negara seringkali mengabaikan tugas dan kewajibannya sebagai abdi bangsa dan negara, mengapa begini dan begitu? Entalah.

Guru honor [guru tidak tetap] memang engkau pahlawan di belantara Papua. Mengapa penulis memberi gelar “Pahlawan Tanpa Gaji” jawabannya silakan tanyakan kepada guru sukarela yang Anda temui, apapun tingkat pendidikan mulai dari Pendidikan Usia Dini sampai Pendidikan Dasar dan Menengah.

Satu hal yang sering penulis dengar sebagai salah satu ungkapan dari berbagai guru sukarela yang ada di Kabupaten Paniai misalnya, “ya kita punya anak-anak dan adik-adik, jadi kita mengajar, biar mereka juga menajdi manusia”. Sungguh sebuah ungkapan yang sangat mendalam yang datang dari lubuk hati yang paling dalam. Sebuah ungkapan yang menantikan perubahan nasib hidup kedepan, harapan akan adanya perubahan hidup.

Guru sukarela, adalah pahlawan negara yang dilupan, oleh negaranya sendiri. Sementara, maju mundurnya sebuah bangsa ditentukan oleh pendidikan. Kualitas pendidikan akan terlihat, apabila pelaku-pelaku pendidikan itu, sejahtera.

Sebuah pertanyaan yang layak diajukan disini adalah “Apa perbedaan antara Guru sukarela dengan Pegawai Honorer di Dinas lain atau mereka yang bekerja sebagai pengawai harian pada kantor-kantor pemerintah? Apakah mereka [guru sukarela] ini tidak punya payung [dinas] yang mampu melindungi? Jika kita membandingkan tugas yang tanggungjawab yang diemban oleh pegawai Harian dan Guru sukarela jauh beda, sangat jauh beda. Mangapa? Karena pegawai harian di Dinas hanya datang sapu ruangan atau ahalaman dan kantor, sedangkan guru sukarela menghabiskan semua yang dia punyai, seperti waktu, tenaga, pikiran, dan uang yang dia dapat [bukan dari sekolah yang dia abdi] korban hanya untuk masa depan anak-anak dan adik-adik sebagai generasi muda, pengganti orangtua, keluarga, kampong, daerah, suku dan gereja.

Guru sukarela yang telah, sedang dan akan mengabdi pada bangsa dan negara demi kemajuan bangsa ini, adalah bukan tamatan SPG, SPGO dan sebagainya. Tetapi mereka yang telah menyandang gelar sarjana di peguruan tinggi. Sekali lagi, sarjana yang punya titel perguruan tinggi. Mereka pulang kampung, membagi ilmu tanpa gaji. Aneh tapi, nyata.

Sejumlah alasan yang sering dilontarkan oleh para guru sukarela tersebut adalah 1], untuk menjaga status sosial sebagai seorang intelektual, 2], menjaga dan menumbuhkembangkan ilmu yang pernah belajar di perguruan tinggi, biar tidak lupa, 3], untuk mengisi waktu, agar waktu yang berjalan diisi dengan aktifitas yang bermanfaat, 4], untuk mencari pengalaman sebagai bahan pengembangan diri kedepan. 5], dan seterusnya dan sebagainya.
Guru sukarela, kita tidak di gaji di dunia, walau kita sudah punya titel pahlawan.

Tapi, Allah akan membayar upah kita di surga sesuai dengan perbuatan kita. Tetap semangat. Jangan menyerah. Karena jasamu akan dicatat dalam catatan sejarah anak didikmu. Jayalah guru sukarela, Jayalah pendidikan di Paniai-Papua.
*) Penulis adalah salah satu “Pahlawan Negara Tanpa Gaji” yang mengajar di beberapa sekolah di Paniai-PAPUA.

seLENgkapnya......

39 Siswa SMK Yamewa Paniai Ikuti Prakerin

Sedikitnya Tiga Puluh Sembilan siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelompok Pertanian “Yamewa Paniai”, angkatan ke-III, yang terbagi kedalam tiga jurusan yaitu Jurusan Pertanian sebanyak 11 orang siswa, Jurusan Peternakan sebanyak 18 orang Siswa, dan Jurusan Perikanan sebanyak 10 orang siswa. Siswa siswi ini akan melakukan Pratek Kerja Industri selama satu bulan lebih yaitu terhitung mulai hari ini tanggal 28 Oktober sampai dengan 31 November 2011.

Satu hari sebelumnya pihak panitia memberikan pembekalan kepada siswa dengan materi tentang penyiapan alat dan bahan yang perlu di persipakan selama praktek berlangsung, demikian kata Ketua Panitia Prakerin Martius Degei, S. Pi yang di dampingi Sekertaris Panitia Obet Obaito Nawipa, S. Pt di Lapangan Bola Voli Enarotali, sebelum menghantar siswa-siswi ke tempat praktek, secara bersama sambil diarak-arak di kota Enarotali sebelum menghantar ketempat praktek.

Panitia mengharapkan agar para siswa dapat melakukan praktek dengan sungguh-sungguh, karena waktunya sangat sedikit bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “saya sebagai panitia meminta kepada semua siswa supaya bisa melakukan praktek dengan baik, karena ini waktunya singkat, Cuma satu bulan”. lanjut Degei, tujuan prakerin ini adalah agar siswa bisa membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan studi di SMK Pertanian Yamewa. Selain itu, selain siswa juga membutuhkan kerja sama dari semua pihak khususnya para guru pembimbing dan petugas pembimbing lapanganan dimana siswa melakukan praktek”.

Sebagai sekolah menengah kejuruan, setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). Siswa-siswi yang telah menuntut ilmu berupa teori di kelas harus dan mampu melakukan praktek di Dunia Industri sesuai dengan Jurusannya masing-masing. Siswa SMK Pertanian Yamewa Paniai, kali ini melakukan praktek kerja lapangan di tiga tempat yang terpisah sesuai dengan jurusan masing-masing.

Ketigapuluhsembilan siswa ini ditempatkan di tiga tempat yakni Jurusan Pertanian dengan jumlah siswadi salah satu lahan kebun di Kampung Kogekotu. Jurusan, perikanan ditempatkan di Balai Pembeniahan Ikan, Sub-Dinas Perikanan,Kabupaten Paniai di Aikai. Sementara itu, 18 siswa Peternakan akan melakukan pratek di kandang peeternakan ayam milik sekolah di Topito [Yeimo].

seLENgkapnya......

99,9% Siswa di Paniai, Belum Mengenal Komputer

Saya menulis artikel ini atas dasar pengalaman pribadi sebagai guru Teknologi Informasi dan Komunikasi [TIK] pada beberapa sekolah di Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai. Saya melihat pada sekolah yang penulis mengajar ini menunjukkan bahwa “99,9% siswa tidak pernah memegang [tidak tahu] menggoperasikan komputer”.

Mengapa 99,9% generasi masa depan Paniai ini akan kehilangan kepercayaan diri dalam dunia Teknologi dan Informasi? Siapa yang salah? Beberapa pihak yang harus bertanggungjawab dalam mengatasi persolan ini adalah orangtua siswa, pemerintah daerah, dan yayasan serta masyarakat luas.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni, pertama, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya [manfaat] belajar komputer. Kedua, minimnya fasilitas umum seperti ketersediaan jaringan listrik oleh PLN melalui pemerintah daerah Kabupaten Paniai. Ketiga, Kurannya fasilitas Laboratorium Komputer yang disediakan oleh pihak pendidiri sekolah [Yayasan] atau Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai. Keempat, kurangnya fasilitas buku pelajaran TIK atau buku komputer secara umum, yang disediakan disekolah-sekolah maupun diluar sekolah [toko buku].

Solusinya untuk mengatasi masalah ini adalah semua pihak yang telah disebutkan diatas ini harus berpikir dan bekerja sama. Mengapa? Karena menyelamatkan satu generasi dibidang komputer adalah suatu tugas yang mulia. Selain itu, saat ini bagi setiap orang yang tidak tahu, atau belum mengenal komputer tidak akan pakai, di lapangan pekerjaan baik pemerintah atau pun swasta. Singkatnya adalah biar ktia punya anak itu ganteng dan cantik, tapi tidak akan diterima sebagai pengawai swasta atau pemerintah. Kalau tidak tahu komputer. *). Penulis adalah Staf pengajar PelajaranTIK, pada SMK Karel Gobai dan SMK Yamewa, Kabupaten Paniai-Papua

seLENgkapnya......

Moral KPU Kab. Paniai

Dalam rangka memagari Kabupaten Deiyai, dengan Peraturan Daerah [PERDA]. Sekretariat Daerah, yang membidangi Hukum, Organisasi dan tata laksana [Hukum dan Ortal] menggelar Kegiatan Publikasi Peraturan Perundangan-undangan dan Rencana Kerja Rancangan Peraturan Daerah, di Aula Antiokia Kingmi, Wakeitei [24/02]. Peraturan Bupati Deiyai Nomor 4, 5, 6 tentang Standar Kompetensi Jabatan Struktural dan Uraian Tugas setiap SKPD di lingkungan Kabupaten Deiyai.

Publikasi Peratuan Daerah [perda] ini diberi tema “Terwujudnya Program Legislasi Daerah yang Disusun secara Terencana, Terpadu dan Sistematis. Sedangkan subtema adalah “Melalui Penataan Program Peraturan Perundang-undagan Perlu Terciptanya Sumber Daya Manusia yang Berkualitas untuk Membangun Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Kabupaten Deiyai yang lebih Andal”.

Kegiatan Publikasi ini dibuka oleh Bupati Kabupaten Deiyai Hengky Kayame, SH., MH yang diwakili oleh SEKDA Blasius Badii, BA. Dalam sambutan pembukaan kegiatan publikasi perda yang dibacakan oleh SEKDA, bupati menekankan pentingnya pemahaman tugas dan fungsi kerja dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah [SKPD], yang telah menjadi peraturan bupati deiyai [perda].

“Saya minta setiap SKPD harus memahami dan membagi tugas sesuai dengan uraian tugas yang kini telah menjadi peraturan bupati. Jangan setiap tugas dikerjakan oleh pimpinan, bawahan tinggal sante. Dan bila perlu uraian tugas akan dibagikan ini, diperbanyak oleh masing-masing SKPD”.

Peserta yang diundang dalam kegiatan ini, masing-masing SKPD di lingkungan Kabupaten Deiyai sebanyak 3 orang peserta dan target panitai sebanyak 50 orang. Namun, yang hadir pada saat kegiatan tersebut hanya sejumlah SKPD dengan total peserta berjumlah 30 orang. Maka, Kepala Bagian Hukum & Ortal mengatakan tidak akan memberika buku perda kepada insatansi yang tidak datang.

“Ya, bagi instansi atau SKPD yang tidak datang kami tidak akan memberikan buku perda, mereka mau cari dimana silakan. Mereka tidak hargai kami punya undangan. Kamipun tidak akan hargai mereka kalau mereka datang minta buku perda” uajrnya.

Setelah kegiatan selesai, acara ditutup langsung oleh Kepala Bagian Hukum dan Ortal Setda Kabupaten Deiyai,. Dalam sambutan penutupan kegiatan Kabag Hukum dan Ortal Melkianus Adii, SH berharap, semua SKPD dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi kerja yang telah dimuat dalam perda. Dan bila ada SKPD yang ingin membuat suatu perda slakan koordinasi dengan bagian Hukum.

“Saya minta mari kita bekerja dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan tugas dan tanggungjawab kita masing-masing. Dan apabila ada SKPD yang ingin membuat Perda silakan datang koordinasi dengan kami. Imbuhnya. [Yeimo]

seLENgkapnya......

Kepala Bagian Hukum & Ortal Pertanyakan Sidang Penetapan Logo Kabupaten Deiyai

Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana [Hukum & Ortal], Sekretariat Kabupaten Deiyai, mempertanyakan, proses sidang penetapan logo Kabupaten Deiyai yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda penetapan logo yang telah dinaikan ke meja Dewan Perwakilan Rakyar Daerah [DPRD] Kabupaten Deiyai sejak tahun 2011. Dan berharap agar dapat dilakukan sidang penetapan logo ini dalam waktu dekat.

“Kami telah menaikan ke meja DPRD Kabupaten Deiyai, tapi kami bingun, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk penetapan logo Kabupaten Deiyai. Kami tunggu, kapan sidang penetapan logo ini akan dilakukan. Dan kami harap, sidang penetapan ini dilakukan dalam waktu dekat ”.

Lanjutnya, “logo ini manfaatnya banyak, seperti pembuatan kartu tanda penduduk [KTP], identitas Kabupaten Deiyai, harga diri dan tentunya keberadaan logo adalah wajib bagi setiap organisasi apalagi kita ini Kabupaten”. Demikian kata, Melkianus Adii, SH di ruang kerjanya, Kantor Bupati Kabupaten Deiyai, Rabu, [29/02/2012].

Selain logo Kabupaten Deiyai, ada tiga peraturan daerah [perda] yang masih menunggu sidang penetapan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] Kabupaten Deiyai, yakni, Peraturan Pajak Daerah, Peraturan Retribusi Izin Tertentu, dan Peraturan Izin Usaha.

“Selain logo, ada tiga peraturan daerah [perda], yang kami masih menunggu untuk penetapan oleh DPRD Kabupaten Deiyai. Adii, menambahkan jika ketiga perda ini ditetapakan, Pendapan Asli Daerah [PAD], dan perimbangan Keuangan pusat dan daerah akan jelas dan akan meningkat pada setiap tahun anggaran”. Uajarnya.

Proses untuk membuat suatu rancangan peraturan daerah itu membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, uang dan dilibatkan sejumlah unsur seperti Eksekutif, Legislatif dan Instansi yang bersangkutan. Dan proses untuk mendapatkan nomor peraturan juga, membutuhkan waktu yang lama. Mulai dari bagian hukum di daerah, penetapan sidang di DPRD sampai di biro hukum ditingkat provinsi untuk klarifikasi, sebelum dimasukan dalam lembatran negara.

“Proses untuk mendapatkan nomor perda itu tidak gampang, butuh waktu dan biaya, dan melibatkan banyak pihak. Jika, para anggota dewan bagian hokum dan perundagan tidak memahami, mari datang konsultasi dengan kami, atau orang yang memahami tugas ini” imbuhnya [Yeimo].

seLENgkapnya......

Proteksi Komersialisasi Nilai-Nilai Budaya Hidup orang Paniai, dalam 3 Dimensi Waktu [Dulu-Kini-& Masa Depan]

Siapa orang Paniai itu? Orang Paniai adalah manusia yang hidup di daerah Paniai yang dalam etnografi Papua disebut Suku Mee dan Migani [bukan Moni][i]. Menurut asal suku bangsanya, suku Mee dan Suku Migani berasal dari “Pupu Papa” Bagian Timur Pegunungan Tengah Papua Barat tepatnya di lembah Baliem. Dan diperkirakan mereka tiba dan menetap di daerah Paniai sejak tahun 1100 [900 tahun yang lalu][ii].

Ciri khas daerah Paniai [suku Mee dan Migani] adalah di sekitar danau-danau wisel, Dataran Kamu dan Daerah Pengunungan Mapiha/ Mapisa (Boeraars 1986:85). Namun demikian, wilayah Paniai [paniai doko] bukan hanya di diami oleh suku Mee dan Migani tetapi, ada beberapa suku lain yang telah lama hidup di daerah Paniai yaitu suku Nduga, Suku Dauwa, Suku Wolani, dan lain-lain[iii].

Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari “perubahan” di segala dimensi. Proses akulturasi dan asimilasi budaya merupakan awal dari pada proses perubahan tersebut. Tak terkecuali, suku Mee dan Moni [orang Paniai] terlibat dalam proses itu. Dimana telah terbukti bahwa orang Paniai, telah menerima budaya lokal maupun budaya moderen. Entah melalui ajaran gereja [agama] maupun pemerintah. Untuk itu, tulisan ini dimaksudkan untuk membuka cakrawala pemikiran kita akan “proses perubahan” yang telah, sedang dan akan terjadi di Paniai secara khususnya dan Papua pada umumnya berdasarkan nilai-nilai budaya hidup orang Paniai.

Semuanya ada dan masih utuh [sebelum, tahun 1932,1940]
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari “perubahan” di segala dimensi. Proses akulturasi dan asimilasi budaya merupakan awal dari pada proses perubahan tersebut. Tak terkecuali, suku Mee dan Moni [orang Paniai] terlibat dalam proses itu. Dimana telah terbukti bahwa orang Paniai, telah menerima budaya lokal maupun budaya moderen. Entah melalui ajaran gereja [agama] maupun pemerintah. Untuk itu, tulisan ini dimaksudkan untuk membuka cakrawala pemikiran kita akan “proses perubahan” yang telah, sedang dan akan terjadi di Paniai secara khususnya dan Papua pada umumnya berdasarkan nilai-nilai budaya hidup orang Paniai.

Bila kita telusuri sejarah dan budaya leluhur kita pada masa sebelum Misionaris [1932] dan pemerintah Belanda [1940] semua itu masih utuh, dan begitu indah dan kaya dengan kebudayaan asli mereka. Gotai Ruben Pigai [2008] dalam buku “mungkinkah nilai-nilai budaya hidup suku Mee bersinar kembali”? menjelaskan bahwa Ayah dari Ruben Pigai adalah generasi ke 7 dari dari silsilah keturunanya. Sedangkan, Ruben Pigai adalah generasi ke 8 dan anak dari bapak Ruben Pigai adalah 9. Dan Ayah dari bapak Ruben Pigai tidak menyebutkan suatu masa [generasi] yang ke 10, sebab generasi ke 10 telah tiba “hari kiamat”[iv]. Menurut Ayah dari Gotai Rubaen Pigai bahwa generasi ke 10 [generasi sekarang] tidak akan hidup semakmur seperti budaya hidup sebelumnya, yaitu beternak [ekina muni], berburu [woda ubai], bertani [taikeitai] dan lain sebagainya[v]

Suku Mee dan Migani disebut manusia karena mereka hidup diatas dua telapak kakinya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Dan mereka memiliki struktur kehidupan yang jelas dan tersendiri yaitu pertama, mempunyai tatanan sosial yang jelas. Kedua, mempunyai tradisi yang tersusun rapi. Ketiga, tidak tergantung kepada siapapun dan menciptakan suasana hidupnya sendiri. Keempat, mempnyai rasa percaya diri yang sangat menonjol. Kelima, mempunyai kehidupan sosial yang sangat tinggi. Keenam, mempunyai identitas diri dan nilai-nilai budaya yang sangat jelas.

Bila ditinjauh dari kaca mata antroologi, tujuh jenis unsur kebudayaan secara umum dan tiga jenis wujud kebudayaan yang disebutkan oleh Koentjaraningrat, [2002] dalam buku Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Unsur-unsur dan nilai-nilai hidup budaya orang Paniai itu misalnya pertama, adanya sistem religi [kepercayaan] akan Tuhan [ugatame] sang pencipta. Kedua, sistem organisasi dan kemasyarakatan, seperti orang kaya [tonawi], dan mempunyai membina relasi yang baik dengan orang lain. Ketiga, sistem pengetahuan [epi dima mana] seperti, tahu membedahkan baik dan buruk. Keempat bahasa [Mee mana ma Migani mana ma] seperti kita [suku Mee dan Migani] mempunyai bahasa daerah [bahasa ibu]. Kelima kesenian, seperti wiyani, uga, kaido dan lain lain. Keenam, sistem mata pencahariahn hidup seperti beternak, bertani dan berburu kukus dan mencari ikan di danau. Ketujuh, sistem teknologi, dan peralatan seperti yika [kapak batu], yado/ kopa.

Orang Paniai, tidak mengenal tulisan [bentuk huruf]. Tetapi, secara lisan mereka [leluhur] telah menurunkan nilai-nilai budaya. Masa muda [yokaga ga] adalah masa dimana puncak kejajahan, keistimewaan, kebolehan. Sehingga, dalam kehidupan kehidupan orang Paniai [suku Mee], menyebut masa muda adalah masa siang hari [agapi tadi/ agapi gaa]. Disisi lain, masa ini adalah masa yang diselimuti dengan perasaan “kehati-hatian” karena masa ini gampang melewati batas-batas nilai moral budaya setempat [teritory culture]. Sebagai contoh, orang tua Mee mengatakan “yoka gaga kou peukaiko tibigi koyaka gai” [hati-hati masa muda adalah masa yang gampang jatuh kedalam pencobaan].

Anak muda laki-laki dan perempuan Paniai pada saat itu sangat mematuhi aturan adat. Karena, jika ada yang melanggar, akibatnya adalah dihukum sesuai dengan perbuatannya masing-masing. Sebagai contoh, perbuatan zina [mogai tai], hukuman yang diberikan adalah mencabut nyawa dengan cara digantungkan diatas pohon lalu dipanah dari berbagai arah. Mencuri, bila ada yang kedapan melakukan pencurian, atau mengaku melakukan pencurian, maka akibatnya adalah jari-jari tangan dibelah [gane yapetai]. Sehingga setiap perbuatan dari kecil sampai besar memunyai hukuman yang berbeda berdasarkan atas perbuatannya. Pemberian hukuman yang dianggap melanggar norma-norma budaya ini dimaksudkan untuk menyelamatkan generasi selanjutnya atau menjadi peringatan bagi orang lain.

Nilai dan aturan maskawin, adalah salah satu nilai budaya yang berlaku di hampir tiap suku di Papua. Orang Paniai sejak dulu tidak menentukan nilai minimal dan maksimal dari harga maskwin. Besar kecilnya, ukuran untuk menentukan nilai harga maskawin adalah berdasarkan atas “perilaku hidup/ karakter” para calon suami atau istri. Misalnya, seorang laki-laki muda dituntut untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang layak dilakukan oleh para laki-laki. Sebagai contoh, mencari kayu bakar, membikin kebun, membuat pagar, dan lain sebagainya. Bila seorang pemuda mampu melakukan pekerjaan seperti datas, maka harga/ nilai maskawin menjadi tidak mahal. Karena pihak perempuan menilai dia sebagai laki-laki bertanggung jawab, dan dengan harapan akan membantu saat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan banyak orang.

Sebagai manusia yang memiliki akal pikiran [dimi yago bage], orang Mee melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi agar menciptakan damai. Misalnya, dalam perang suku atau kelurga, kedua bela pihak sepakat untuk menghentikan perang. hal ini dapat dilakukan apabila jumlah korban dari masing-masing pihak seimbang. Cara lain adalah pihak yang mengalami korban meminta denda [uang darah] kepada pihak pembunuh. Cara tuntutan model ini diberlakukan apabila perang terjadi antar hubugan darah. Dalam mencegah terjadinya perang, suku Mee Suku Mee mengenal berbagai upacara adat. Salah satu upacara adat yang erat kaitanya dengan batu paikeda adalah upacara pada saat peperangan yang disebut ritual perang [yape kamu/ yape kabo]. Dalam upaya mendamaikan peperangan itu, suku Mee mengenal dua upacara adat [ritual perang] agar perang damai atau melindungi dari bahaya perang. Kedua upacara itu diantaranya, pertama, upacara yang dilakukan dengan menggunakan batu yang disebut paikeda [paikeda mogo]. Kedua, upacara dengan menggunakan ikatan anak panah [ida boda]. Kedua upacara ini diselenggarakan pada saat perang, perkara-perkara besar, dengan tujuan agar tercipta damai, aman dan selamat [Bunai, 2007:60-63][vi].

Untuk menghidupi keluarganya, diperlukan lahan [kebun] sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya, maka diperlukan berbagai upaya. Misalnya, memagari kebun untuk mencegah hama tikus atau babi yang sering merusak tanaman. Pada saat itu setiap keluarga dibutuhkan 3-4 lahan kebun. Orang-orang yang dulu kuat bekerja tidak seperti saat ini. Mereka membuat pagar ratusan hekatar, lalu membagi petak-petak kemudian dibagikan kepada masing-masing keluarga dalam kampung itu. Ada juga kebun di sekitar [pekarangan] rumah sebagai kebun persiapan untuk dipetik [ambil hasil kebun] pada saat hujan atau sakit. Menurut Jan Boeraars [1986], orang Mee sangat kaya dengan ikatan-ikatan sosial dan ekonomi. Kemudian, setelah ia mengadakan penyelidikan lebih mendalam, maka ternyata dibalik latarbelakannya yang “miskin”[vii], dan dibalik kegiatan “dagang”[viii] yang amat tenang ini, tersembunyi suatu kehidupan rohani, yang mampu mengungkapkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam dengan pemberian bentuk simbolik yang sangat kaya.

Awal perubahan budaya orang Paniai [1933, 1940]
Kontak pertama orang Paniai dengan dunia luar terjadi dengan seorang penerbangan bernama F.T. Wessel secara kebetulan yang menemukan tiga danau [Tigi, Tage, Paniai] yang terletak di pegunungan Tengah Papua, tepatnya tanggal 31 Desember 1933, merupakan kontak pertama orang Mee dengan dunia luar. Kemudian direalisasikan melalui darat oleh para misionaris katolik dan protestan. Namun setahun sebelumnya [tahun 1932], Pastor Tilemans seorang misionaris katolik sudah mengadakan kontak awal dengan seorang tokoh orang Mee di Mapia bernama Auky Tekege di Mimika[ix].

Pendeta Walter Post bersama beberapa orang datang ke Enagotadi, melalui Kokonao dan mensurvey keadaan Paniai pada tahun 1938. Adapun hasil survei itu bertemu dengan beberapa orang kepala suku diantanya; Uwatawogi Yogi, Idanato Yogi, Boadituma Mote, Okaitobi Tebai. Orang Paniai [orang-orang yang bertemu dengan Walter Pos], melihat orang Barat lalu mereka heran, seketika melihat kulit putih karena mengira bahwa mereka anak kecil sebab kulitnya putih licin seperti anak bayi yang baru lahir. Para pendatang heran karena melihat kesejahteraan serta kemakmaran rakyat. Masyarakat hidup sehat karena selalu memakan makanan bergizi, yaitu daging babi, 14 jenis udang di danau dan kali, kus-kus pohon, segala macam jenis sayur mayur serta petatas dan keladi. Dan tidak ada penyakit hanya ada penyakit kulit [Frambusya][x].

Motivasi awal perubahan budaya orang Paniai, terjadi ketika orang Paniai merasa tertarik dengan benda-benda logam seperti kapak, parang, pacul, dan skop sebagai tanda awal terjadinya kontak dengan dunia luar. Selain itu para pendantang juga memperkenalkan alat masak seperti garam, kuali dan lain-lain, kepada masyarakat setempat. Dan pada saat itu muncullah istilah tuan “ogai”[xi]. Kemudian pengawai lokal pun disebut juga disebut ogai. Para misionaris dan pemerintah Belanda mulai memperkealkan budaya baru[xii].

Paikeda warisan budaya orang Paniai, dengan berbagai bentuk benda [batu, kayu, pigu, dogi, obai, ida, ipa, manik-manik]. Dan dapat disebut sebagai wujud kebudayaan orang Paniai [Konetjaraningrat, 2002:2]. Namun, kebudayaan hidup ini telah hilang, dengan adanya kedatangan para misionaris[xiii], dan pemerintah Belanda[xiv] [Pekei, 2008:261-273]. Sebelum injil dan pemerintah Belanda masuk di daerah Paniai yaitu tahun 1940, kebudayaan orang Mee masih asli [Pigai, 2008:1-28]. Menurut Pigai, kehidupan suku Mee dengan sangat jelas terlihat dalam menghargai antara antara alam dengan manusia. Dimana, keduanya saling membutuhkan, misalnya manusia mengikuti norma-norma adat yang diturunkan oleh alam melalui mimpi atau penglihatan agar tetap mejaga keharmonisannya.

Kini orang Paniai tiba di persimpangan jalan “kebingungan” [1990-2000-an]
Kini menurut hemat saya [Yunus Yeimo], semua kekayaan kebudayaan, nilai-nilai hidup budaya orang Mee yang pernah ada dan yang menghantar manusia Mee sampai pada saat ini telah hilang. Penyebabnya adalah kita [generasi sekarang], telah mengidap virus “ikut-ikutan”, kemudian kitalah yang menghakimi budaya kita sendiri dengan dalil budaya itu, “kuno, ketinggalan, tradisional, kampungan, primitif, masa bodoh, zaman batu” dan sebainya dan seterusnya. Disini diperlukan suatu kesadaran diri akan pentinnya, faktor budaya dalam segala aspek kehidupan manusia. Karena saat ini dimana, mana telah kehilangan diri sebagai manusia berbudaya, yang pernah ada yang dimiliki oleh setiap suku bangsa yang ada di dunia.

Lalu bagaimana dengan masa depan nilai-nilai unsur budaya yang dari setiap suku bangsa? Karena budaya adalah dasar hidup, ciri khas/ identitas, pedoman, sumber inspirasi dan lain sebagainya. Batu paikeda, telah hilang atau masih ada? Jika masih ada mungkin unsur budaya tidak semurni dulu. Sebuah pertanyaan untuk kita sekarang adalah apakah kita ingin jadi pelestari budaya atau justru jadi pemusnah budaya? Jawabanya kembali pada setiap insan sebagai orang yang menganut budaya itu apapun jenis budayanya. Aki kida/ koda Gayake gai ma dou ma tai, ekowai beugakouya. “Halabok... for my culture and nature...Paniai....!!!???”

[i] Disebut “Migani” layak untuk sebutan nama suku [Moni] karena Migani artinya Manusia. Istilah Migani adalh merupakan hasil diskusi yang diselenggarakan oleh IPMAPAN Yogyakarta, pada tanggal 18 April 2008

[ii] Gotai Ruben Pigai, Mungkinkah Nilai-nilai Budaya Hidup Suku Mee Bersinar Kembali? [Jayapura, 2008], hal. viii.

[iii] Titus Christ Pekei, Manusia Mee di Papua, proteksi kondisi masa dahulu, sekarang dan masa depan diatas pedoman hidup, [Yogyakarta, 2008], hal. 206.

[iv] “Hari kiamat” yang dimaksud disi adalah masa hidup generasi ke 10.

[v] Pigai, Op. Cit. hal.1

[vi] Yunus E. Yeimo [Materi Diskusi dan Nonton Film Dokumenter “Batu Paikeda”], yang diselenggarakan oleh Panitia Natal, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai-Nabire Yogyakarta. Yogyakarta, 15 Desember 2008.

[vii] Disebut “miskin” karena penulis adalah orang yang telah lama mengenal teknlogi, rumah mewa, mobil dan sebagainya, sehingga ia membandingkan kehidupan di dunia barat dan orang Mee. Dan dapat diakui bahwa pada saat itu kehidupan orang Mee masih primitif, tetapi bagi orang Mee tidak mengenal yang namanya pritif.

[viii] Orang Mee sejak dulu mengenal sistem perdagangan dengan suku lain, seperti Amungme dan Kamoro di Timika. Suku Migani di bagian timur daerah Paniai.

[ix] Ruben Pigai, kontak awal Auki Tekege dengan Pastor Tilemans pada tahun 1938. hal 30-31

[x] Pigai, Op. Cit. hal. 29-37

[xi] Istilah tuan atau disebut “ogai” sendiri awalnya dipakai untuk penyebutan orang misionaris, dan pemerintah Belanda.

[xii] Ibid. hal 261-262.

[xiii] Misionaris adalah sebutan bagi para penginjil/ pendeta Kristen, yang datang dari Belanda di tanah Papua, untuk menginjili kabar keselamtan. Kontak pertama orang Mee dengan dunia luar pada tanggal 31 Desember 1933.

[xiv] Pemerintah Belanda masuk di daerah Paniai pada tahun 1941.

Acuan Kepustakaan
1. Adii, Geradus [2002] Bebas Dari Kuasa Kegelapan di Tanah Papua, Gereja Kemah Injil Indonesia [GKII] Wilayah Irian Jaya; Jemaat Zebaoth Jayapura.
2. Boelars, Jan [1986] Manusia Irian,Dahulu, Sekarang dan Masa Depan,Gramedia; Jakarta.
3. Bunai, Tanimoyabi Yoseph, [2007] “Mobu dan Ayii, Jalan Menuju Keselamatan Inisial dan Kekal Menurut Suku Mee di Papua; Elmasme “Gaiya” dan Dewan Adat Paniyai.
4. Dumupa F. Yakobus [2006] Berburu Keadilan di Papua Barat, Mengungkap Dosa-dosa Politik Indonesia di Papua Barat. Pilar Media, Yogyakarta.
5. Gobay, D. Mekaa [2007] Perempuan Papua Barat, Dalam Kekerasan Militer, Budaya, Ekonomi dan Kesehatan, Sumbangsih Press; Yogyakarta.
6. Pekei, Christ, Titus [2007] Manusia Mee di Papua, Proteksi Kondisi Masa Dahulu, Sekarang dan Masa Depan diatas Pedoman hidup, Galang Press; Yogyakarta.
7. Pigai, Gotai, ruben [2008] Mungkinkah Nilai-nilai Buadaya Hidup Suku Mee Bersinar Kembali?, Deiyai/ Yakama; Jayapura.
8. Konetjaraningrat, [2002] Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia Pustaka Utama; Jakarta.
9. ------------------------ [1963] Penduduk Irian Barat, Penerbit Universitas; Jakarta.
10. Yeimo, Amopiya Yunus [Laporan Hasil Penelitian 2008] Studi Tipologi Arsitektur Tradisional dan Kearifan Membangun Suku Mee Papua. YAMEWA-PAPAUA. Paniyai.

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di kota singkong Nabire, 17 Januari 1984. Alumnus STIE PORT NUMBAY JAYAPURA PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Sebelumnya bekerja sebagai Journalis di salah satu media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai kepala biro journalis perwakilan Kabupaten Teluk Bintuni dan saat ini masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Bekerja sebagai Aktivis pada LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama 2,5 tahun. Pengalaman pekerjaan lainnya, hampir selama kurang lebih 1,5 tahun bekerja sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, lokasi kerjanya di Bilogai Kabupaten Intan Jaya. Dan sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda Kab. Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Ugatame ini enaimo._PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com